BANGKINANG(auranews.co.id)– Balai Latihan Kerja Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia yang dikelola Pondok Pesantren Al-Hikmah Pulau Bangkinang telah dibuka secara resmi, Rabu (1/9/2021).
Hadir dalam acara pembukaan UPTP Padang Lastuti,, S.Pd, ketua Yayasan Amanah Ilmi Mukhlis S. PdI, pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah Zainal Zakaria, Lc, MPd, pendiri Yayasan H Ali Amran, Lurah Pulau Jebril Al Syanur, S. STP M. IP, tokoh masyarakat, majelis guru PP. Al-Hikmah dan peserta pelatihan termasuk tutornya.
UPTP Padang Lastuti S. Pd saat membuka secara resmi tanda dimulainya kegiatan pelatihan desain grafis pembuatan spanduk dan iklan, meminta kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan baik.
“Walau pun saat ini kita masih dalam suasana pandemi covid 19, namun peserta jangan sampai kendur semangatnya dalam mengikuti pelatihan ini. Tetaplah ikuti protokol kesehatan dan selalu berdoa pada Allah Yang Maha Kuasa, Mudah-mudahan kita terhindar dari wabah covid ini, ” ujar Lastuti, seraya membaca Basmalah, tanda dimulainya secara resmi kegiatan pelatihan di BLK komunitas Pesantren Al-Hikmah.
Ketua Yayasan Amanah Ilmi Mukhlis, SPdI dalam sambutannya mengatakan, kehadiran BLK dilingkungan komunitas Pondok Pesantren Al-Hikmah ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan diri dan menambah keterampilan serta ilmu pengetahuan, khususnya membuat desain spanduk dan grafis secara teori dan praktek. “Kita berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat mengikutinya dengan serius. Mudah-mudahan semuanya lulus dan mahir sehingga menjadi modal utama dalam mendapatkan peluang pekerjaan dan dapat pula menampung tenaga kerja bagi masyarakat lainnya, ” ujar Mukhlis.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikmah yang juga pengelola BLK Zainal Zakaria Lc. Mpd menjelaskan, sejak dibukanya pendaftaran secara online, ternyata mendapat respon baik dari masyarakat. “Ini terbukti dari yang mendaftar mencapai 50 orang lebih, padahal kapasitas kita hanya dapat menampung sebanyak 16 orang untuk satu angkatan. Peserta yang hadir saat ini berasal dari berbagai tempat. Ada dari Air tiris, Kuok, Salo dan Bangkinang. Kepada peserta yang lulus nantinya akan mendapatkan sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia yang diakui secara nasional, ” ujar Zainal yang akrab dipanggil buya ini.
Buya Zainal yang juga aktif di pengurus Dewan Dakwah Kampar dan MUI Kampar ini menjelaskan, peserta akan mendapatkan modul, makan siang gratis serta fasilitas dan bantuan lainnya yang anggarannya bersumber dari Kementrian Tenaga Kerja pusat. “Saat ini kita buka kegiatan perdana dulu, Kementerian Tenaga Kerja hanya menyediakan anggaran untuk satu kali kegiatan dalam satu tahun. Nanti bagi peserta berikutnya akan kita pikirkan bagaimana solusinya agar kegiatan ini tetap bisa berjalan secara berkesinambungan. Masyarakat sangat membutuhkan BLK ini sebagai pusat pelatihan untuk melatih calon tenaga kerja profesional dan siap bekerja. Pesertanya kita utamakan dari kalangan pemuda pengangguran atau anak putus sekolah,” terang buya Zainal. (***)
