PEKANBARU(AuraNEWS.id) -Suksesnya penyelenggaraan Introduction of Filmmaking pada 21-22 September 2019 tidak terlepas dari semangat dan kerja keras Panitia Penyelenggara dari Komunitas Film Pekanbaru (Konfek) yang berkolaborasi dengan MeetUp Co-Working & Office Space Pekanbaru..
Kepada AuraNEWS.id dalam wawancara eksklusif, Ahad (22/9/2019), Managing of Director MeetUp Co-Working & Office Space Pekanbaru, Shiella Pricilla menyebutkan bahwa, “Sebenarnya MeetUp tidak hanya membantu Konfek, tapi dunia kreatif di Pekanbaru in-general, salah satunya industri perfilman. Ada sekitar 16 Bekraf, diantaranya film, arsitektur, fotografi, visual art, kuliner dan yang lainnya,” terang Shiella.
“Ternyata digelarnya acara ini tanggapannya positif, seneng sih ngelihatnya, ternyata anak-anak milenial di Pekanbaru itu antusias, tanggapannya baik, responnya baik dan ternyata mereka itu banyak yang pengen belajar tentang dunia perfilman, kan di Pekanbaru belum ada kayak sekolah film atau sekolah fotografi. Bersyukurnya dengan Konfek sebagai penyelenggara mereka di sini semuanya volunteer, komunitas non profit,” beber Shiella.
“Sebenarnya Konfek mau sharring supaya dunia kreatif di Pekanbaru itu lebih terekspos dan publik pun dapat mengakses ilmu-ilmu. Kalau mau nunggu dari segi pemerintah atau segi swasta untuk membangun atau untuk sebagai penggagas ini, ya mau nunggu sampai kapan belum ada kejelasan, jadi maksudnya saya pun dari MeetUp Co-Working kita swasta dan juga saya merasa apa sih yang bisa saya lakukan untuk mendukung ini semua, ya saya lakukan dengan kapasitas saya yang terbatas ini,” ungkap Shiella mengemukakan alasannya ikut terlibat dalam memajukan industri Bekraf di Pekanbaru.
“Jadi daripada kita komplain-komplain, aduh…mestinya ini ada di Pekanbaru, fasilitas itu, fasilitas ini, mestinya pemerintah begini, perusahaan begitu, mesti inisiasi dari diri sendiri dan bersyukur bahwa ini bisa menjadi dampak bagi anak-anak muda khususnya di Pekanbaru,” ulasnya sambil tersenyum.

Ketika kru AuraNEWS.id menanyakan target market MeetUp Co-Working & Office Space, Shiella menjelaskan bahwa, target marketnya lebih ke anak-anak milenial, profesional muda, dan terbuka juga untuk perkuliahan.
“Tujuan utamanya lebih ke profesional muda yang bergerak di freelance, designer, karena zaman sekarang anak milenial itu udah nggak banyak yang suka duduk di kantor berdiam diri dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, setiap hari begitu, anak-anak muda zaman sekarang itu trennya lebih suka mobile, mereka lebih suka ketemu orang-orang,” paparnya lagi.
“Co-Working adalah sebagai wadah untuk komunitas-komunitas dari berbagai macam, bahkan ada komunitas lari pun mereka bikin acara di sini membahas tentang kesehatan, ada juga komunitas youtuber mereka bahas tentang konten-konten, juga cara lebih ke teknis, gimana sih cara kamu membawakan diri, trik-triknya apa aja,” jelas Shiella yang berkantor di Jalan Todak nomor 18 Pekanbaru.

“Jadi MeetUp itu sebagai wadah selain menyelenggarakan seminar-seminar, workshop-workshop, kita juga ada ruangan untuk bekerja. Kita mendukung mereka misalkan buat Startup baru, mereka belum punya kantor, mereka bisa kerja di sini dengan fasilitas yang lengkap, meeting room ada, printing ada, udah ada proyektor, papan tulis, ada wifi yang juga kencang, tempatnya juga udah enak. Misalkan mereka mau ketemu potensial klien atau investor kalau ketemu di cafe kan kayaknya kurang enak, padahal ini orang Bos loh ingin investorin gua, nah di MeetUp tempatnya lebih bonafit, lebih nyaman dan lebih private,” ujar Shiella memaparkan fasilitas yang dimiliki oleh MeetUp.
“Untuk ruangan kantor, kita juga ada. Jadi kalau buat perusahaan yang orangnya masih belum banyak, biasanya kalau perusahaan baru mereka masih 2 atau 3 orang, kalau mereka perlu kantor untuk legalitas, kalau sewa ruko modalnya sudah berapa. Jadi MeetUp membantu memberikan solusi juga untuk masalah itu,” tambahnya lagi.
“Tarif penyewaan di MeetUp itu macam-macam, dari yang perjam ada, perhari ada, perminggu, perbulan ada, pertahun pun ada. Mau buat untuk 1 orang, 5 orang, 10 orang, 25 orang, 50 orang, maksimal di 70 orang biasanya kebutuhannya untuk seminar-seminar. Ruangan kantor dari kapasitas 4 orang sampai 15 orang. MeetUp buka di jam kantor, MeetUp fokusnya untuk orang bekerja, MeetUp itu bukan tempat nongkrong sambil ngerokok atau sambil minum kopi doang, sambil cuma…haha…hihi,” tegasnya.
“Orang-orang ke MeetUp mereka tahu apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka cari. Ada 3 value di MeetUp. Pertama, Connecting misalkan ada orang jago IT, dia mau bikin StartUp tapi nggak tahu caranya gimana, dia perlu orang bisnis, kita bantu cari jaringannya karena acara-acara MeetUp sendiri banyak acara yang mendukung StartUp, entrepreneur ada, juga sesi inkubator, juga sesi mentorship. MeetUp sebagai connecting atau sebagai penghubung,” imbuhnya.
“Yang kedua, Collaborating, zaman sekarang kita kan nggak ada lagi yang namanya ‘One Man Army’, satu orang yang ngerjain marketing bisnis, bikin produk, bikin prototype, nggak bisa ‘One Man Show’ nggak bisa kan, pasti perlu teman-teman lah dari knowledge berbeda-beda dan background yang berbeda,” lanjutnya.
“Yang ketiga Create, harapannya adalah hasil karya yang diciptakan bisa berbentuk bisnisnya, produknya adalah impact yang dikasih balik ke orang-orang,” tutup Shiella.
Penulis/Editor: M. Syari FaidarÂ
