PEKANBARU -(auranews.id)- Titik api di provinsi Riau kembali meningkat. Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, hari ini terdeteksi 73 hotspot (titik panas) di Riau.
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Marzuki, mengatakan titik api hari ini tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Riau.
“Titik panas tersebar di 12 Kabupaten/Kota. Terbanyak itu ada di Pelalawan,” ujarnya.
Jarak Pandang di Pekanbaru menurun
Akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di provinsi Riau menyebabkan sebagian wilayah diselimuti kabut asap. Hari ini daerah yang terparah kena kabut asap adalah Pekanbaru.
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, mengungkapkan pagi ini (Selasa,20/8/19) terdapat dua daerah di Riau yang diselimuti kabut asap. “Dua wilayah tersebut adalah Pelalawan dan Pekanbaru. Namun memang yang lebih parah adalah Pekanbaru,” ujar Sanya.
Ia mengatakan untuk jarak pandang, di Pekanbaru hanya 1,5 kilometer. “Jarak pandang cenderung semakin menurun dibandingkan hari sebelumnya,” ujarnya.
Penerbangan di Pekanbaru masih aman
Meski jarak pandang di Pekanbaru semakin menurun hanya sekitar 1.5 Km, sejauh ini aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru masih berjalan normal.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, jarak pandang pagi ini pada pukul 08.00 WIB adalah 1.500 meter. Penerbangan masih normal,” ujar Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II, Yogi Prasetyo.
Ia mengatakan, untuk jadwal penerbangan baik datang maupun berangkat juga sesuai jadwal.
“Sejauh ini masih normal. Masih aman dan masih belum menganggu penerbangan pesawat. Sesuai standar di Bandara SSK II, penerbangan akan terganggu jika jarak pandang sudah di bawah 1.000 meter,” ujarnya
Murid yang rentan penyakit ISPA di perbolehkan istirahat di rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan bagi peserta didik yang memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) diberi kelonggaran oleh Dinas Pendidikan (Disdik) untuk beristirahat di rumah.
“Kita akan beri izin, kelonggaran bagi anak-anak yang memiliki penyakit bawaan yang bersangkutan dengan ISPA, atau asma. Kalau takut berdampak pada kesehatannya, kita beri kesempatan dia untuk di rumah saja,” kata Jamal.
Masih menurut Abdul Jamal, saat ini kategori udara di Pekanbaru berada pada level sedang. Namun, ada beberapa tempat ada indikasi udaranya tidak sehat.
Untuk meliburkan sekolah ada SOP, berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah di angka 200 atau berada pada kategori udara tidak sehat.
“Berdasarkan pantauan DLHK Pekanbaru pada ISPU, kualitas udara masih sedang, namun memang mengganggu bagi penderita penyakit bawaan. Tapi kita masih lakukan upaya pencegahan dan waspada terhadap dampak kabut asap,” jelasnya. (Ferry Anthony)
