BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UR) menunjukan minat dan kepedulian terhadap perkembangan wisata Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Senin (19/08/2019).
Berawal dari melaksanakan tugas Kukerta, 12 mahasiswa dari berbagai jurusan ini telah mengabdikan dirinya selama kurang lebih 2 bulan turun ke desa Pulau Lawas dan berinteraksi dengan masyarakat desa untuk bersama-sama mengembangkan ilmu dan potensi wisata desa.
Kepada auranews.id, mahasiswa Kukerta UR, Tania Pertiwi, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di desa untuk membantu mengembangkan wisata “Tepian Mobou” di Desa Pulau Lawas yang saat ini tengah digandrungi masyarakat sebagai salah tempat tujuan wisata.
“Ini merupakan salah satu kenang-kenangan dari kami kepada masyarakat desa Pulau Lawas, apalagi wisata tepian mobou potensi alamnya bagus dan ini bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar wisata,” ujar Tania mahasiswi jurusan pariwisata UR ini, Senin (19/08/2019).
Tania menambahkan, lingkungan desa yang dikelilingi hamparan sungai dan pertanian, dipadu dengan masyarakat desa yang ramah dan tata kehidupan khas desa membuat desa yang tertata rapi dekat ibukota kabupaten ini berpotensi seringkali mendapatkan kunjungan dari wisatawan.
“Secara umum tujuan dari kegiatan ini adalah membantu mempromosikan potensi desa wisata kepada masyarakat Kampar juga memberikan pendampingan terhadap masyarakat desa untuk lebih mengembangkan potensi wisata di desanya,” ujar Tania.
Menurut Tania, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata sangat berpotensi bisa dijadikan solusi perkenalan wisata desa. Harapannya teori yang selama ini diperoleh bisa diterapkan dengan baik di masyarakat.
“Kita bisa memanfaatkan bentuk promosi lewat media sosial. Kemudian membuat spot selfie, dan sudah melakukan survei ke tempat mana saja yang dapat digunakan. Agar mempermudah pengunjung untuk ke tempat foto yang bagus,” terang mahasiswi asal Batam tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Lawas, Andri Nuras, SH mengatakan, bahwa saat ini pemerintah desa telah mendapatkan dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar untuk mengembangkan potensi wisata tepian mobou.
“Tempat wisata ini, kami beri nama Tepian Mobou, karena menurut sejarah orang tua-tua disini, ada pokok kayu, yang di bahasa Indonesianya Merbau. Kami ingin menonjolkan pariwisata air, salah satunya akan kami lengkapi dengan jet ski,” tutur Andri, di Desa Pulau Lawas, Senin (19/08/2019).
Andri menambahkan, bahwa nanti tepian Merbau ini juga akan dilengkapi dengan permainan air lainnya, seperti banana boat, speed boat, dan berbagai tempat mainan seluncuran untuk menghibur pengunjung yang datang.
“Insyaallah, dalam waktu dekat, tepian mobou ini akan dikukuhkan oleh Pemkab Kampar untuk bisa dikembangkan,” tambahnya.
Selain wisata air, Andri juga berkeinginan membuka wisata kuliner khas desa pulau lawas untuk mempromosikan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.
“Nantinya disekitar tepian mobou ini akan kita bangun sejumlah lapak, untuk menyajikan kuliner-kuliner khas tradisional. Karena salah satunya, khas desa pulau Lawas, mi ikan telah terangkat sampai ke Jakarta, sebagai salah satu makanan khas daerah yang digandrungi,” tutupnya.
