KAMPAR -(auranews.id)- Carut-marut perpolitikan di Kabupaten Kampar dan sejumlah problematika pembangunan yang terkadang memanas dan meredup membuat sejumlah tokoh melakukan berbagai diskusi. Bahkan ada wacana membuat grup Diskusi Kampar guna mewujudkan Kabupaten Kampar lebih baik.
Diskusi ringan dengan tokoh muda Golkar Khairul Amri, Ketua Gerinda Feri Adiyanto dan politisi Demokrat Syafrianto Prawira Negara di Cafe Tuah Sungai Jantan (TSJ) Bangkinang Kota, Rabu (31/7/2019) malam.
Ketua DPC partai Gerindra Kampar, Feri Adiyanto dengan tagline ‘Berselancar Dilaut Yang Tenang akan mudah mencapai tujuan’ yang bermakna kemajuan pembangunan sangat mudah diraih, bila tidak ada kendala dan rintangan menghadang, terlebih segenap komponen bisa menyatu.
“Ayo kita tatap masa depan Kabupaten Kampar. Satukan persepsi sehingga dapat berselancar dilaut yang tenang dalam menggapai tujuan”, ujar Sang Pandu ini.
Era milenial saat ini, putra jati Kampar harusnya tidak mudah terjebak dalam persoalan tak perlu. Yang harus dilakukan seharusnya membangun ide-ide kreatif yang cemerlang, gagasan dan terobosan serta berkreatifitas sebagai motivasi, ucapnya.
Hal senada juga disampaikan politisi partai Demokrat, Syafrianto Prawira Negara. Semua persoalan sudah pasti ada jalan keluarnya, asal kita mau saling menyadari, saling bertoleransi, saling berbagi dan bisa bersabar, sesuai dengan derajat atau kedudukannya yang sesuai dengan aturan yang lazim ‘Berjenjang Naik Bertangga Turun’.
Kita berharap Sang Nakhoda sangatlah Paham agar Kapal tidak Tenggelam disaat berbagai gesekan, komat-kamit politik tak perlu dan perilaku pergeseran melanda. “Ayo Kita Berselancar Di Zona Aman”, ujarnya berkelakar .
Untuk anak negeri sudah saat kini berpikiran cerdas untuk kemajuan Kampar kedepan. Saya yakin tanah peradaban ini bisa cepat maju, bila semua komponen dapat menyatukan persepsi, ucapnya serius.
Tak terasa haripun makin larut dan rasa kantukpun menyerang, entah berapa cangkir kopi dan lainnya habis saat diskusi kecil itu, yang tahu hanyalah pelayan kantin. Semua sepakat pulang dan merogoh kocek masing-masing (Patungan membayar bon yang ada). (Syailan Yusuf)
