XIII KOTO KAMPAR (auranews.id) – Pemerintah daerah sudah seharusnya melakukan kontrol terhadap aktivitas pertambangan galian C di kecamatan XIII Koto Kampar. Pasalnya sebagian telah menimbulkan dampak buruk bagi wilayah sekitarnya seperti ruas jalan yang begitu susah payah dibangun pemerintah sudah mulai rusa dan juga mencemari udara akibat jalan berdebu.
Seperti yang dialami warga dusun IV Gunung Bungsu Kecamtan XIII Koto Kampar, yang kini mengeluhkan buruknya akses jalan masuk ke rumahnya.
Pasalnya, jalan yang telah diaspal sudah berdebu dan jalan yang belum tersentuh aspal sudah rusak parah akibat aktivitas mobil damtruk pengangkut batu galian C.
“Jalan aspal yang dilarang oleh warga mobil pengakut material untuk tidak melewatinya masih dilanggr dan aspal itu sudah seperti berjalan diatas tanah kuning, yang lebih parah jalan didepan rumah kami sudah hancur,” tutur Bt, salah satu warga saat dijumpai media ini. Jumat (8/3).
Bt juga menyebutkan, persoalan ini sudah sering dilaporkan ke aparat desa, namun persoalan ini tidak pernah diindahkan oleh kepala desa setempat.
“Makanya kalau hujan jalan ini seperti berjalan diatas sawa, lumpur sampai ke halalam rumah,”tambahnya.
Karena itu, dia meminta kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mengontrol aktivitas penggalian, agar tidak lagi merugikan masyarakat. (Defrizal)
