
SIJUNJUNG –Bukik Ponggang Creative Tourism yang digagas Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ISI Padangpanjang diharapkan menjadi inovasi baru dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Selain membina regenerasi pemain Talempong Sibunian bagi anak-anak Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, tim juga menciptakan lagu promosi wisata yang akan menjadi identitas Bukik Ponggang.
Program yang dipimpin Dr. Sastra Munafri bersama tim PKM menjadikan seni tradisi sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui pelatihan intensif, anak-anak diperkenalkan pada teknik permainan Talempong Sibunian, nilai-nilai budaya Minangkabau, serta pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai aset wisata.
Salah satu hal yang membanggakan dalam kegiatan ini adalah dengan lahirnya lagu “Bukik Ponggang” yang diciptakan oleh Alfalah, S.Sn., M.Sn. dan diaransemen ulang oleh Dr. Sastra Munafri.
Lagu tersebut mengangkat keindahan alam, sejarah, budaya, serta kekayaan kuliner Desa Kampung Baru dalam balutan bahasa Minangkabau yang sederhana dan mudah diingat.
Lagu ” Bukik Ponggang” ini bertujuan mengajak masyarakat untuk mengenal Bukik Ponggang melalui sebuah lirik. Dimana pada pembuka lagu yang berbunyi:
”Lah tasabuik nde kanduang Bukik Ponggang,
Dalam daerah nde kanduang Kampuang Baru,
Tampeknyo rancak nde kanduang sabana sanang,
Kampuang Bunian nde kanduang maso daulu.”
Sementara pada bagian reff lagu tersebut mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang menikmati pesona Bukik Ponggang melalui lirik:
”Usah la bimbang, usah la ragu, capek lah datang, supayo tau.”
Lagu ini juga memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner lokal melalui penggalan lirik yang menyebut Songket Bukik Iban serta gulai umbuik pisang, sebagai bagian dari identitas Desa Kampung Baru yang patut dikenal lebih luas.
Menurut Dr. Sastra Munafri, lagu ini tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga merupakan strategi promosi wisata yang mampu memperkuat identitas Bukik Ponggang.
“Musik adalah bahasa yang mudah diterima semua kalangan. Kami berharap lagu ini menjadi identitas Bukik Ponggang, dinyanyikan oleh anak-anak, ditampilkan pada setiap kegiatan budaya dan penyambutan tamu, serta menjadi media promosi yang mampu memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Alfalah, S.Sn., M.Sn., selaku pencipta lagu sekaligus pelatih Talempong Sibunian, menjelaskan bahwa lirik lagu disusun dari cerita, sejarah, dan kekayaan lokal yang dimiliki Desa Kampung Baru agar mudah dipahami sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kampung halamannya.
Ke depan, lagu “Bukik Ponggang” akan dibawakan oleh kelompok Talempong Sibunian anak-anak dalam berbagai festival budaya, penyambutan tamu, dan agenda wisata di Bukik Ponggang.

Selain dipentaskan secara langsung, lagu tersebut juga akan diproduksi dalam bentuk audio dan video promosi untuk dipublikasikan melalui media massa dan media sosial sebagai bagian dari penguatan Bukik Ponggang Creative Tourism.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, Pokdarwis, pemerintah desa Kampung Baru, tokoh adat, dan perguruan tinggi, Tim PKM ISI Padangpanjang optimistis Bukik Ponggang akan tumbuh sebagai destinasi wisata berbasis seni dan budaya yang memiliki identitas kuat, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan,
Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibus, mengaku bangga dan mengapresiasi lahirnya lagu “Bukik Ponggang” yang diciptakan khusus untuk memperkenalkan potensi desanya. Menurutnya, kehadiran lagu tersebut merupakan sebuah kebanggaan sekaligus langkah nyata dalam membangun identitas Bukik Ponggang sebagai destinasi wisata berbasis seni dan budaya.
“Kami sangat bangga karena Desa Kampung Baru kini memiliki lagu sendiri yang menceritakan keindahan Bukik Ponggang, sejarah, budaya, hingga kuliner khas yang kami miliki. Lagu ini bukan sekadar karya seni, tetapi menjadi media promosi yang dapat memperkenalkan desa kami kepada masyarakat luas,” sebut Jalnibus.
Ia berharap lagu “Bukik Ponggang” dapat terus dinyanyikan oleh anak-anak, masyarakat, dan kelompok Talempong Sibunian dalam berbagai kegiatan adat, festival budaya, penyambutan tamu, maupun event pariwisata.
Menurut Jalnibus, melalui lagu tersebut, promosi Bukik Ponggang akan terasa lebih dekat, menarik, dan mudah diingat oleh wisatawan.
Jalnibus juga menyampaikan apresiasi kepada Tim PKM ISI Padangpanjang, khususnya Alfalah, S.Sn., M.Sn, sebagai pencipta lagu dan pelatih Talempong Sibunian, serta Dr. Sastra Munafri yang mengaransemen ulang lagu tersebut.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat terus berlanjut untuk mengembangkan Bukik Ponggang Creative Tourism sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu mengangkat potensi budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Jal Kades)
