
SIJUNJUNG (auranews)-Sinergitas antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat memang mesti terus diperkuat di Kabupaten Sijunjung. Hubungan antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan dan pemuda sangat layak untuk terus dipererat.
Sebagaimana sikap alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sijunjung yang menyatakan mendukung penuh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta penegakan hukum di wilayah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pengurus KAHMI Sijunjung dihadapan Kapolres Sijunjung, AKBP William Harbensya, SIK, MH, beserta jajaran di Mapolres Sijunjung pada Rabu (29/7/26) siang.
Kunjungan silaturrahmi tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Sijunjung, H. Asriben Rajo Palowan. Dia menyampaikan apresiasi tinggi atas pendekatan humanis yang diterapkan Polres Sijunjung selama ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres yang telah menjalankan tugas kamtibmas dan penindakan hukum dengan baik. Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Jumat Berkah, pemberian bantuan umrah gratis, hingga penyaluran bansos untuk masjid dan mushola saat beliau turun ke nagari. Ini adalah catatan baik yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap mantan ketua Komisi II DPRD Sijunjung itu.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Haji Asriben yang juga berperan sebagai tokoh adat menyoroti maraknya kasus penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang di tengah masyarakat, termasuk isu LGBT.
Perhatian utama tertuju pada kasus video bermuatan pornografi dan pornoaksi yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Sijunjung yang kini tengah viral. Haji Asriben menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya Polres Sijunjung dalam mengusut tuntas kasus ini.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sijunjung, AKBP William Harbensya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Ia menilai kolaborasi dengan organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan (OKP) sangat membantu kelancaran tugas kepolisian di lapangan.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya sinergi ini. Menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga kerja sama ini tetap terjaga dengan baik ke depannya,” ujar AKBP William.
Terkait video LGBT viral itu, Kapolres menegaskan bahwa kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyelidikan.
“Secara pidana, ini menjadi tanggung jawab kepolisian. Saat ini kami masih meminta keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti. Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang agar tidak terjadi penafsiran yang bias di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Barat, Rustam Budiman, yang turut hadir dalam silaturahmi, menyatakan akan mengonsolidasikan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengungkapan kasus ini.
Ia mengecam keras tindakan asusila tersebut dan menilai kasus ini tidak hanya menyangkut dosa pribadi, melainkan telah menjadi dosa sosial yang berpotensi merusak generasi muda.
“Kasus ini harus diungkap. Ini adalah penyakit sosial yang harus diberantas. Jika dibiarkan, kita khawatir akan menular kepada anak kemenakan dan generasi muda kita. Secara pidana, kami serahkan sepenuhnya ke Polres Sijunjung, namun secara etik kepegawaian, tentu menjadi wewenang Pemda Sijunjung untuk mengambil tindakan,” ujar Rustam Budiman.
KAHMI Sijunjung juga mendorong Pemerintah Daerah Sijunjung, Lembaga Adat dan Nagari, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sijunjung untuk turut mengambil sikap tegas terhadap kasus ini. Ke depannya, KAHMI berencana melakukan audiensi dengan pihak-pihak terkait agar pelaku mendapatkan efek jera. Langkah ini dinilai sebagai wujud tanggung jawab sosial guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. (**)
