KAMPAR(Auranews.co.id) – adan Khusus Honorer Persatuan Guru Republik Indonesia Kampar (BKHPGRI Kampar) mendukung langkah pemerintah menghapus honorer tanggal 28 November 2023 yang dijadikan PPPK.
Dalam pelaksanaan teknis dan regulasi ini BKH Kampar mendesak Gubri agar penjaringan regulasi guru danTendik benar-benar menguntungkan bagi mereka yang sudah lama mengabdi. Ada yang mengabdi 3 tahun bahkan belasan tahun.
Menyikapi permasalahan penghapusan guru dan Tendik Honorer di lingkungan Disdik ini Badan kehormatan Honorer PGRI Kampar yang di ketuai oleh Daus Muara mengadakan silaturahmi dan konsolidasi dengan pengurus DPD BKH PGRI Riau dan Juge Wakil Ketua PGRI RIAU Eko Wibowo,S.Pd.I yang akrab di sapa Ekowi (Tokoh Muda Pendidikan Riau)
Dalam pertemuan ini disepakati tuntutan BKH PGRI Kampar meminta Gubri lewat Kadisdik Riau mengambil langkah pengangkatan PPPK ini tanpa tes dalam artian Guru/tenaga pendidikan (Tendik ),”toh sudah di gaji juga oleh APBD provinsi Riau sama juga dengan wacana pemerintah mengangkat PPPK ini sumber gajinya juga di bebankan kepada APBD Riau,” Jelas Daus.Jadi dengan pengangkatan Guru honor /Tendik yang sudah di gaji APBD di angkat PPPK tanpa tes akan mempercepat proses Regulasi perekrutan PPPK itu sendiri.
“Kalaulah ini terlaksana oleh pemerintah provinsi Riau lewat Kadisdik Riau masa depan guru/Tendik honorer Riau akan sejahtera, jika tidak guru/Tendik akan jadi pengangguran, ini sangat di sayangkan karena mereka mengabdi sudah cukup lama dengan ujungnya menganggur,” Tegas Daus.***
