BANGKINANG KOTA -(auranews.co.id)- Tokoh masyarakat Kampar, Akmam Adiputra meminta partai koalisi pengusung Azis Zaenal – Catur Sugeng Susanto segera menentukan dua nama calon Wakil Bupati.
Hingga penghujung Juli ini, enam partai koalisi masing belum mengerucutkan tiga nama yang masuk usulan. Tiga nama itu adalah Surya Darmawan yang diusung empat partai, Gerindra, PKS, PKB dan NasDem.
Lalu Ahmad Fikri yang diusung Partai Golkar dan Hendra Yani yang diusung PPP. Akmam melihat hal ini tidak bagus kalau berlarut-larut, karena masyarakat Kampar sangat menginginkan seorang Wakil Bupati pendamping Catur Sugeng Susanto.
”Rakyat menuntut supaya kepemimpinan di Kabupaten Kampar utuh lagi. Bagaimana caranya, kembali kepada sistemnya. Masyarakat hanya meminta tapi tidak berhak memilih. Kenapa ini lambat sehingga menimbulkan berbagai anggapan. Karena ini sudah berbulan-bulan, bertahun-tahun Bupati tanpa Wakil,” terang Akmam mantan birokrat senior di Kampar, Riau dan Kepri, Selasa (21/07/2020).
Akmam meminta kedewasaan berpolitik bagi para pengurus partai koalisi. Menurutnya memang dalam politik tak ada kawan dan lawan yang abadi.
Namun, ketika ada tuntutan, keinginan rakyat dan demi daerah, partai-partai harus sehilir semudik. Artinya, katanya, partai koalisi harus kompak.
Kekompakan tersebut menurut Akmam butuh kedewasaan berpolitik dan kebesaran hati para Ketua Partai Koalisi.
Dirinya meminta dua dari enam partai untuk legowo. Karena dua partai itu, Golkar dan PPP sudah pernah didudukkan kadernya di posisi puncak eksekutif saat Pemilihan Bupati (Pilbup) Kampar 2017 lalu.
”Berikanlah kesempatan kepada partai yang dulu belum dapat. Bergiliran lah. Beri kesempatan partai lain yang belum dapat. Secara alur demokrasi, suara terbanyak yang menang. Tapi memang ada aturan yang harus dijalankan,” terangnya.
Ketika ditanya soal pernyataan alur demokrasi dan suara terbanyak itu, Akmam menyebutkan itu merujuk pada Calon Wakil Bupati yang diajukan partai-partai koalisi sejauh ini.
Dirinya melihat Surya sudah unggul dari sisi alur demokrasi. Karena Surya didukung empat partai koalisi. Empat partai ini menurutnya tidak kecil, karena punya suara mayoritas di DPRD Kampar.
”Ini pendapat pribadi Saya, Golkar kan sudah dapat jatah, Catur itu kan golkar. Lalu PPP mereka juga sudah dapat giliran, hanya saja Allah punya rencana lain terhadap almarhum Azis Zaenal,” katanya.
Ketika ditanya apakah PPP tidak berhak mencari ganti posisi Azis yang meninggal. Akmam sambil tersenyum menjawab.
”Logika saja, siapa yang didukung paling besar, dia yang menang,” sambungnya.
Kendati begitu, dirinya kembali mengingatkan partai koalisi agar ikut alur dan sistem yang telah diatur dalam perundang-undangan.
Mengenai setiap partai punya usulan, itu menurutnya memang proses yang tetap harus dilalui. Namun dirinya mengingatkan, tidak ada yang tidak bisa diputuskan. Dirinya kembali menekan tuntutan dari masyarakat Kampar soal Wakil Bupati ini.
”Kalau masalah tiga nama ini sulit selesai, ya sudah langsung aja antar ke DPRD, biar voting disana. Bagi masyarakat, termasuk Saya, siapapun wakil tak ada urusan, rakyat yang penting ada Wakil Bupati. Tapi tiga ini menimbulkan polemik, makanya timbul sak wasangka dari masyarakat. Jadi ini jangan berlarut-larut,” terangnya.
Akmam menekankan pentingnya kehadiran Wakil Bupati. Karena menurutnya Wakil Bupati dapat membantu dan meningkatkan kinerja Bupati.
Wakil Bupati juga dapat menyambangi semua kepentingan masyarakat dan meredam konflik-konflik. Yang terpenting, kata dia, Wakil akan menjadi tangan kanan Bupati. (***)
