KAMPAR(auranews.id) – Ketua Pelaksana ivent Kampar International Dragon Boat Festival (KIDBF) 2019, Aidil Amin menyebut pejabat di Pemerintahan Kabupaten Kampar hanya memikirkan kepentingan pribadi saja.
Ia menilai pejabat yang ada saat ini hanya mencari makan saja di Kabupaten Kampar.
“Pejabat Kampar hanya memikirkan Kampie ajo (Perut saja-Red ),” kata Aidil dengan bahasa Ocunya dihadapan seluruh panitia KIDBF 2019 di Bangkinang, Sabtu (27/7/2019).
Luapan kekesalannya itu keluar usai Aidil membacakan hutang yang masih tersisa pasca pelaksanaan ivent KIDBF 2019.
Dandim 0313/KPR itu sangat sedih melihat tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Kampar. “Saya masih ingat ketika evaluasi terakhir bersama Pemda Kampar, kata-kata yang keluar dari mulut salah seorang kepala dinas yang mengatakan manggale kolien disiko (Mencari untung Kalian disini-red),” ungkap Aidil.
Padahal kata Aidil, di Provinsi pun tidak ada anggaran untuk ini, akan tetapi pejabat provinsi bersedia membantu untuk pelaksanaan agenda KIDBF 2019.
“Terimakasih kepada pak Gubernur yang banyak membantu acara ini hingga sukses,” ujar pria yang akrab dipanggil Ocu Aidil itu.
Bayangkan saja, kata Aidil, satu tetes air saja tidak ada keluar dari Pemkab Kampar untuk pelaksanan acara Dragon Boat ini. “Apa tidak memikirkan perut saja mereka itu, padahal ivent ini kami membawa nama daerah,” kesalnya.
Tidak mau larut didalam kesedihan itu, ia terus berusaha mencari donatur-donatur untuk bisa membantu menyelesaikan hutang yang masih tersisa pasca suksesnya acara Dargon Boat yang diselenggarakan 18-21 Juli lalu.
Ketua Podsi Kampar itu juga menyampaikan ribuan ucapan terimakasih kepada seluruh panitia yang terlibat didalam acara sehingga acara berjalan sukses dan lancar.
KIDBF 2019 diselenggarakan di Danau Rusa, XIII Koto Kampar yang diikuti oleh 11 Negara diantaranya Australia, Kenya, Kanada, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Hongkong, Filiphina dan tuan rumah Indonesia.***
