HomeDaerahSejumlah Masyarakat Senama Nenek Dikabarkan Ingin Keluar dari Keanggotaan KNES, Ini Kata...

Sejumlah Masyarakat Senama Nenek Dikabarkan Ingin Keluar dari Keanggotaan KNES, Ini Kata KH. Muhammad Alwi

KAMPAR(auranews.co.id) – Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), KH. Muhammad Alwi Arifin mengakui bahwasanya dirinya telah menerima informasi tentang ada anggota koperasi yang ingin menguasai lahan atau ingin keluar dari keanggotaan koperasi.

Namun, menurutnya hal ini terjadi karena ada provokasi dari sekelompok orang terhadap masyarakat Senama Nenek. Namun, sampai hari ini satu pun anggota koperasi belum ada yang menyatakan kepada pengurus bahwa mereka ingin keluar.

“Benar, informasi ini sudah kami dapatkan. Kalau untuk menguasai lahan silahkan saja, tapi kalau mereka sampai memanen lahan tersebut akan kami bawa ke jalur hukum,” kata KH. Muhammad Alwi kepada auranews, Jumat (11/8/2023).

Ia mengaku selama ini sudah meminimalisir persoalan yang terjadi didalam koperasi. Menurutnya, jika saja dirinya ‘kejam’, dari awal KNES didirikan ia akan bawa seluruh persoalan yang melibatkan masyarakat dibawa kejalur hukum.

“Inikan semuanya saudara kita juga, ya nggak mungkin juga kita main tangkap-tangkap. Kalau memang ada masyarakat yang ingin menguasai lahan tersebut silahkan bawa ke pengadilan. Selagi belum ada keputusan pengadilan, lahan masih tanggung jawab KNES,” ujarnya.

Jika ada persoalan, kata KH. Alwi, alangkah baiknya nanti anggota koperasi membahasnya didalam agenda RAT. Keseluruhan persoalan bisa dibahas didalam agenda tersebut, termasuk jika ingin mengganti kepengurusan.

“Memang agenda RAT KNES ditunda satu bulan sebab pada tanggal yang telah dijadwalkan kita tengah memeringati kemerdekaan. Dalam waktu satu bulan tersebut kami juga memberikan waktu kepada masyarakat untuk mendaftar menjadi anggota bagi yang belum terdaftar menjadi anggota KNES. Sampai hari ini, anggota KNES berjumlah sekitar 900 lebih,” kata KH. Alwi Arifin.

“Dari pada kita ribut-ribut diluar, sebaiknya seluruh persoalan nanti kita rembukkan didalam RAT. Untuk itu, seluruh anggota koperasi diharapkan hadir agar persoalan-persoalan yang terjadi bisa dibahas bersama termasuk jika ingin mengganti pengurus,” tegasnya.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments