KAMPAR(auranews.co.id) – Kepala Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, bersama PEKKA dan Dinas/intansi yang terkait memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara massal dan gratis kepada masyarakat. Hal ini dilakukan guna membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengurus administrasi kependudukan dikarenakan adanya sejumlah persoalan.
Tak tanggung-tanggung, kegiatan tersebut dilaksanakan secara massal di aula Desa Bukit Melintang. Pihak Desa dibantu oleh Federasi Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Dinas/instansi yang terkait.
Pelayanan ini dilaksanakan di aula Desa Bukit Melintang, Kamis (8/6/2023). Langsung turun Dinas/intansi terkait, diantaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kampar dengan peralatan-peralatannya langsung rekam ditempat, pihak BPJS kesehatan, Dinas Sosial serta juga pengadilan agama.
Pelayanan administrasi kependudukan yang diberikan adalah kepengurusan KK, KTP, akta kelahiran, akta kematian, akta cerai, kartu KIA, buku nikah dan kartu BPJS.
Koordinator wilayah Tim Federasi Serikat PEKKA Indonesia, Datmi Widayanti mengatakan bahwa pelayanan ini merupakan bentuk kerjasama PEKKA dengan pihak desa. Selain itu, pelayanan ini juga merupakan salah satu program PEKKA yakni Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi (Klik).
Ia menyebutkan bahwa PEKKA merupakan yayasan yang bergerak dibidang sosial dan membantu persoalan masyarakat salah satunya bidang pelayanan administrasi kependudukan.
“Alhamdulillah, dari awal Pak Kades welcome ketika kami menyampaikan program PEKKA. Kami tertarik dengan Desa Bukit Melintang ini dikarenakan jaraknya cukup jauh dari Ibukota Kabupaten. Tentunya, ada persoalan-persoalan administrasi yang terjadi di desa ini,” kata Datmi saat dihubungi auranews, Senin (12/6/2023) sore.
Untuk PEKKA sendiri, saat ini di Kabupaten Kampar sudah terbentuk di tiga kecamatan yakni Kecamatan Kuok, Kecamatan Salo dan Kecamatan Kampar.
“Kerjasama ini tentunya tidak sampai disini saja. Ini sudah tiga kali kami turun di desa Bukit Melintang. Kedepan masih ada program yang akan kita berikan kepada masyarakat yakni program inklusi. Nanti, kami juga akan mengadakan diskusi kampung serta mendorong kebijakan dan ekonomi masyarakat di desa tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bukit Melintang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Federasi Serikat PEKKA dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar khususnya Dinas/intansi terkait atas terlaksananya pelayanan administrasi kependudukan secara massal dan gratis yang langsung turun ke Desa tersebut.
“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terimakasih setinggi tingginya kepada pihak-pihak yang telah membantu dengan melayani masyarakat secara langsung. Rupa-rupanya, memang betul-betul persoalan masyarakat terbukti begitu banyaknya masyarakat yang hadir mendatangi kantor desa untuk mengurus permasalahan-permasalahan administrasi kependudukan,” kata sang kades, Senin sore.
Awalnya, kata kades, PEKKA ingin bersosialisasi di Desa Bukit Melintang namun sang Kades ingin ada aksi langsung yang dapat diberikan kepada masyarakatnya.
“Mulanya membentuk pengurus PEKKA di Desa dan bersosialisasi akhirnya didudukkan. Terus saya sampaikan, kalau hanya sekedar sosialisasi masyarakat akan jenuh atau bosan, apalagi orang-orang tua, bagusnya langsung EKSYEN. Alhamdulillah, ditanggapi positif dan akhirnya dilaksanakan,” katanya.
Ia menceritakan, Ibu-ibu PEKKA ini mendatangi langsung dinas-dinas terkait perihal menyampaikan permintaan kepala desa Bukit Melintang. “Kesepakatan untuk aksi langsung dibuat waktu rapat bersama di DPPKBP3A Kabupaten kampar pada tanggal 31 Mei 2023 lalu,” jelasnya.
“Saya sangat bersyukur sekali dan berterima kasih karena memang jarak antara desa ke ibukota kabupaten cukup jauh untuk ditempuh oleh masyarakat. Apalagi transportasi masyarakat desa hanya roda dua saja dengan jalan didesa yang masih rusak dan memprihatinkan. Berkat PEKKA dan Dinas/instansi terkait pelayanan administrasi kependudukan bisa langsung didapatkan oleh masyarakat Desa Bukit Melintang,” sambungnya.
“Untuk masyarakat pun saya juga punya program tersendiri dengan melalui program ketahanan pangan dengan membentuk kelompok wanita tani dengan melibatkan PKK.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah terbentuk 9 (sembilan) Kelompok Wanita Tani dengan sembilan lokasi lahan pertanian yang akan dibantu mulai dari pembersihan dan pengolahan awal lokasi, pagar, jaring untuk pagar, bibit, pupuk dengan 3 jenis pupuk, dolomit pupuk kimia dan pupuk kandang, racun hama serta dibantukan juga seluruh peralatan-peralatan pertanian,” terang Kades.
Menurutnya, program ini dilaksanakan dengan tujuan membantu meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga serta membuka pola pikir masyarakat yang selama ini hanya terpaku pada perkebunan baik kebun sawit dan kebun karet sedangkan didalam kampung masih banyak lahan-lahan kosong.
“Lahan kosong walaupun sedikit, bisa dimanfaatkan untuk pertanian, bahkan bisa mendapatkan hasil yang lebih besar,” ujarnya.
Terakhir, Kades Bukit Melintang meminta dan memohon kembali kepada pemerintah daerah Kabupaten Kampar terkait persoalan jalan utama di desa tersebut.
“Saya meminta dan memohon tentang jalan Desa yang emergency, kiranya pemerintah daerah untuk memprioritaskan pada APBD-P 2023 ini sebab jalan ini jalan utama atau jalan raya desa penghubung ke Kecamatan dan Kabupaten,” harapnya.***
