HomeDaerahZora Anjani Tembus di UI, Satu-satunya Siswa dari SMANSA Bangkinang

Zora Anjani Tembus di UI, Satu-satunya Siswa dari SMANSA Bangkinang

BANGKINANGKOTA(AuraNEWS) – Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Satu (SMANSA) Bangkinang Kota Zora Anjani kelahiran 13 maret 2005 sebagai peserta UTBK-SBMPTN 2022 lulus di Universitas Indonesia (UI) program studi Sastra Rusia lewat seleksi SBMPTN LTMPT 2022 di PTN.

Dia lulus dan diterima di UI berkat bimbingan para guru yang mengajarnya selama mengikuti proses belajar mengajar di SMANSA.

Selain itu dia lulus dibawah bimbingan salah seorang guru fisika Imansyah Putra. Sebelum mengikuti seleksi Zora selalu mengikuti arahan dan bimbingannya diluar jam sekolah.

Dia rajin mengikuti bimbingan gurunya pak Iman, setiap hari datang ke sekolah belajar di perpustakaan sekolah bersama temannya yang lain.

Setiap Sabtu belajar di rumah pak Iman khusus mengikuti bimbingan untuk seleksi sebelumnya.

Zora tidak mengikuti bimbingan belajar seperti kawan-kawannya lain yang orang tuanya lebih mampu karena keterbatasan biaya untuk kursus atau Bimbel.

Di sekolah nilai raport Zora hanya berada pada rangking terakhir, namun dia adalah satu-satunya siswa asal Kampar yang bisa diterima di UI melalui seleksi SBMPTN.

Zora mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru SMANSA terutama pak Iman, “Tidak tau mau bilang apa lagi sama bapak Iman, kecuali ucapan terima kasih banyak, saya di bimbingnya dengan tulus ikhlas tanpa harus bayar,” kata Zora.

Dia mengatakan, “Kalau tidak lulus saya malu dan kasian sama mama papa kalau harus kuliah di swasta, biayanya mahal dan juga tidak keren, kuliah swasta itu jalan terakhir,” akunya dengan nada suara merendah.

Zora adalah anak kedua pasangan Netty Mindrayani (Penasihat PWI Kampar) dan Kamal Farhan.

“Begitu melihat hasil pengumuman saat sedang mengikuti konferensi PWI Riau di Bengkalis, saya kaget, bahagia bercampur haru, rasa tidak percaya, tapi juga bingung untuk biaya kuliahnya. Karena Auliya Widad Qatrunnada kakaknya Zora juga sedang kuliah semester 4 UNRI, juga perlu biaya,” ujar Netty.

“Saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada guru-guru SMANSA terutama kepada pak Iman yang dengan penuh keikhlasan hati, dia membimbing Zora tanpa meminta biaya hingga bisa tembus ke perguruan tinggi ternama di Indonesia,’ ujarnya lagi.

Sementara itu Iman mengatakan bahwa Zora adalah anak yang konsisten dalam belajar. Dia selalu datang kepada saya untuk belajar dan hari-harinya mau datang ke sekolah hingga sore hari.

“Saya sangat bangga karena Zora adalah siswa peringkat terakhir di sekolahnya, namun ia mampu menembus seleksi di UI dan dia satu-satunya yang diterima di UI,” kata dia.

Ketika ditanya bagaimana bisa membimbing Zora dengan nilai rendah, “Zora memang peringkat terakhir di sekolah, namun saya melihat ada potensi besar dalam dirinya dan satu yang membuat saya semangat, dari hasil penilaian IQ yang diselenggarakan sekolah, nilai IQ Zora adalah tertinggi,” akunya.

Disisi lain, saya juga menilai latar belakang kedua orang tua, dimana kedua orang tua Zora kuliahnya di Yogyakarta dan Jakarta.

“Mengapa saya arahkan Zora mengambil Sastra Rusia karena ada bakat menulisnya dan pekerjaan ibunya adalah wartawan, karena biasanya bibit itu turun kepada anak,” ujarnya.(***/Afni Zubir)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments