BANGKINANG KOTA – Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH mengharapkan kepengurusan Lembaga Adat Kampar (LAK) dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.
Hal ini ia sampaikan usai menghadiri dan membuka secara resmi Musyawarah Besar ke-IV Lembaga Adat Kampar yang diadakan di Mahligai Bungsu, Senin (28/06/2021).
“Saya berharap kepengurusan LAK yang baru, dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah Kabupaten Kampar,” ucap Catur.
Kepala daerah yang baru saja mendapatkan gelar magister hukum di salah satu universitas di Riau itu menyebutkan sinergi antara Pemkab bersama LAK bisa terus ditingkatkan, termasuk didalam pembangunan dengan cara melibatkan para Ninik mamak dalam mengambil sebuah keputusan arah pembangunan Kabupaten Kampar.
“Kita melibatkan secara real, nyata. LAK merupakan sekumpulan ninik mamak sekabupaten Kampar, lebi kurang jumlahnya 514 orang. Kita dapat menyertakan para ninik mamak dalam memberikan pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan arah dan kebijakan pemerintah daerah,” pintanya.
Catur juga berjanji akan selalu mendukung para Ninik mamak, termasuk sarana dan prasarana penunjang.
“Ini suatu bentuk nyata, konkret, dan kita juga akan terus peduli dalam rangka memberikan support dukungan, termasuk sarana dan prasarana untuk organisasi ninik mamak di Kabupaten Kampar,” sebutnya.
Dirinya juga berharap, agar pelaksanaan Mubes ke-IV LAK dapat berjalan baik dengan mengedepankan azas musyawarah mufakat.
“Saya yakin dan percaya mubes empat ini akan berjalan dengan baik, lancar, dan para ninik mamak akan mengedepankan musyawarah mufakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Tugas LAK Kampar Datuk Bandaro Mudo Drs. Yusri, MSi mengharapkan pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar, sehingga kekosongan kepengurusan dapat segera diisi.
“Kita harapkan pelaksanaan mubes ini dapat segera mengisi jabatan yang lowong. Karena beberapa bulan terakhir dijabat pelaksana tugas,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar ini meminta pelaksanaan Mubes bisa berjalan dengan baik, sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia.
“Kita berharap mubes ini dapat berjalan dengan baik dan sistemnya tentu sesuai dengan mekanisme yang sudah ditetapkan kepanitiaan,” pungkasnya.
Yusri menyebut pelaksanaan Mubes yang baik akan menjadi contoh dan cerminan kelembagaan adat yang utuh di Kampar.
“Kami mengharapkan mubes ini berjalan sebagaimana baiknya. Ini contoh bagi organisasi yang lain, ini beda, disini didalamnya ada pemangku-pemangku kepentingan,” ulasnya.
“Ini cerminan kabupaten Kampar yang utuh dari sisi kelembagaan adat yang bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, para ulama, ini contoh yang sangat luar biasa. Jadi kami harapkan pelaksanaannya juga luar biasa,” imbuhnya lagi.(FLS)
