Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaDaerahProyek Lapangan Bola Voli di Desa Muara Jaya Senilai Rp 85 Juta...

Proyek Lapangan Bola Voli di Desa Muara Jaya Senilai Rp 85 Juta Raib, Diduga Ada Kongkalikong Oknum Aparat Desa

ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) – Sejumlah Pemuda Desa Muara Jaya, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengaku kesal dan kecewa kepada aparat Desa setempat yang telah menyusun perencanaan proyek pembangunan lapangan bola voli tahun anggaran 2020 namun hingga kini tak kunjung selesai dan diduga kuat anggarannya telah dikorupsi oleh oknum aparat Desa Setempat.

“Kami meminta aparat Desa segera mencari solusi guna penyelesaian pembangunan lapangan bola voli yang tidak terealisasi bahkan  terhenti total, karena hingga saat ini di lokasi rencana pembangunan lapangan bola volley itu hanya ada dua tumpuk pasir batu (Sertu_red),” ujar Sar (38), salah seorang Pemuda Desa Muara jaya, Kepada Wartawan Senin (15/03/2021) siang.

Dia menjelaskan, dengan dana yang disediakan pihak Desa sebesar Rp 85.000.000,- (Delapan puluh lima juta rupiah) menurut mereka, mustahil tidak siap pembangunannya jadi apa alasannya,” ujar salah seorang Pemuda lainnya dengan nada kesal.

“Seharusnya, Aparat Desa bisa menyusun rencana pembangunan yang matang, sehingga tidak mangkrak di tengah jalan karena anggarannya kan sudah tersedia, sejak bulan Agustus 2020 yang lalu, apakah dengan uang 85 Juta, pembangunannya tidak bisa dituntaskan. “Itukan sangat tidak mungkin,” katanya lagi.

Dia meminta kepada Pj Kepala Desa Muara Jaya Isma’il untuk bertanggung jawab dan segera menyelesaikan persoalan ini. “Jika tidak maka kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum, apalagi pengerjaan lapangan bola voli itu hingga kini sama sekali tidak dikerjakan lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Muara Jaya, Isma’il, saat di konfirmasi terkait masalah ini melalui Handphonenya aktif namun sampai 7 kali dihubungi tidak diangkat, bahkan di chatting via aplikasi WhatsAppnya, hingga berita ini diunggah tidak ada jawaban warga menduga Pj Kades terlibat dalam Penyelewengan Dana tersebut, tak sampai disitu, kru media ini mencoba menyambangi Kantor Desa Muara Jaya namun terlihat sangat sepi padahal di saat jam kerja yang ada hanya Sekdesnya dan seorang Staf di Kantor Desa tersebut.

Ditemui diruang kerjanya Sigit selaku Sekdes Muara jaya, mengatakan “Anggaran pembangunan Lapangan Voli dari Dana Desa (DD_red) senilai 85 juta rupiah itu sudah diserahkan kepada Kaur Perencanaan Desa Muara Jaya selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK_red) yakni Muhammad Listiono,” jelasnya.

Dia menambahkan Pemdes hanya memotong Pajak Fisik dan upah tukang yang diambil dari anggaran senilai 85 juta rupiah itu, sedangkan semua anggarannya sudah diserahkan ke Listiono, namun setelah menerima sejumlah uang tersebut Listiono tidak pernah lagi
datang ke Kantor Desa. Pihaknya sudah berupaya 3 kali melakukan pemanggilan, namun tidak mau hadir, maka Pihak Desa secara tidak hormat memberhentikan Listiono.

Menurutnya anggaran senilai Rp 85 juta itu sudah sesuai Perencanaan dan cukup untuk pembangunan lapangan bola voli, karena RAB nya juga dibuat oleh orang ahli, dan pekerjaan itu juga nantinya akan dikelola langsung oleh TPK nya,”  jelas Sigit.

Pemdes sudah tiga kali menyurati Listiono karena uangnya sudah diambil semua, namun hingga saat ini lapangan voli tak kunjung dikerjakan dan kami juga sudah menyurati Camat terkait persoalan ini,” kata dia.

Camat Kepenuhan Hulu, H.Agus Salim, S.Sos saat hendak ditemui di kantornya tidak berada di tempat yang ada di kantor hanya tiga orang stafnya saja, ketika di konfirmasi via selulernya terkait adanya dugaan korupsi anggaran pembangunan lapangan bola voli di Desa Muara Jaya. Dia mengatakan sedang menikahkan orang di Muara Nikum. Dia berjanji akan menghubungi kembali setelah acara akad nikah selesai, namun setelah ditunggu hingga jam 16:00 WIB ditelepon hingga berkali-kali HP aktif tapi tidak diangkat.

Warga setempat sangat menyayangkan terkait pembangunan lapangan bola voli yang telah dipercayakan oleh Pj Kades Ismail. Persoalan seperti ini seharusnya dimusyawarahkan dulu untuk mencari jalan keluar.

“Terkait anggaran, jika mengacu pada RAB saya rasa sudah cukup, mereka tinggal belanja sesuai yang ada. Jika memang ada kebutuhan di luar RAB harusnya disampaikan kepada masyarakat, kan masih bisa kita tambah uangnya dari patungan para muda mudi Desa setempat, jangan malah saling menyalahkan,” harap tokoh Pemuda setempat yang meminta namanya tidak di tulis. (***/Alfian Top)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments