Senin, Juni 1, 2026
BerandaDaerahMeski Dilanda Pandemi Covid-19, Kampar Era Catur Sugeng Raih Beragam Prestasi

Meski Dilanda Pandemi Covid-19, Kampar Era Catur Sugeng Raih Beragam Prestasi

KAMPAR -(auranews.co.id)- Mengemban visi bangkit pada tahun 2020, dunia tiba-tiba saja dilanda pandemi Covid-19, termasuk Kabupaten Kampar menjadi salah satu daerah yang tengah berjuang keras membangun terdampak oleh virus asal negeri Tiongkok ini.

Akibat pandemi covid-19 ini, terjadi berbagai pergeseran anggaran hingga harus ada penyesuaian besar-besaran. Namun di tengah situasi sulit tersebut, Kampar masih terus mencatatkan sejumlah prestasi.

Hal ini dimulai dari kesigapan Pemkab Kampar, bersama Satgas Covid-19 yang juga terdiri dari TNI-Polri, pengentasan stunting hingga peningkatan pelayanan di sejumlah kantor layanan sipil dan kesehatan.

Kampar juga tercatat tetap mampu menuntaskan sejumlah proyek infrastruktur yang direncanakan dibawah kepemimpinan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

Tidak ada ditemukan tunda bayar, bahkan daerah berjuluk Serambi Mekkah ini mampu menyediakan 140 ambulan desa yang menjadi Visi dan Misi daerah masa kepemimpinan Azis-Catur hingga habis periode medio 2022 nanti.

Catur berkomitmen menuntaskan visi misi kampanye pada tahun 2017 lalu. Hal ini merupakan bentuk tanggungjawab ia yang diamanahkan sebagai pemimpin di Kampar.

Selain itu, Kampar juga memberikan bantuan rumah layak huni dan bedah rumah, baik lewat APBD maupun berkat kolaborasi atas perjuangan Anggota DPR RI dan DPD RI asal Kampar, Syahrul Aidi dan Edwin Prtama Putra.

Tidak ketinggalan, pada 2020 lalu Kampar juga meraih laporan keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Daerah Terbaik Penanganan Covid-19

Kampar mendapat pengakuan sebagai salah satu daerah terbaik dan paling efektif menangani pandemi Covid-19.

Pengakuan ini sudah didapat Kampar sejak era Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga New Normal. Seluruh elemen dalam Satgas Penanggulangan Covid-19 yang terdiri dari Pemkab Kampar, TNI, Polri hingga Pemerintahan Desa kompak.

Bahkan, provinsi tetangga Sumatera Barat mengakui efektivitas penanganan Covid-19. Hal ini ditandai dengan kedatangan anggota DPRD dari sejumlah daerah di Sumbar untuk melakukan study banding penanganan Covid-19.

Antara lain, DPRD Kota Payakumbuh, Anggota DPRD Kabupaten Sijunjung dan DPRD Kabupaten Tanah Datar, yang mendatangi langsung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kampar pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto didampingi Kepala Dinkes Kampar Dedy Sambudi menyebutkan, kedatangan para legislator ke Kampar terkait Covid-19 ini bukanlah tanpa alasan.

Apalagi Legislator memang berfungsi menyetir kebijakan pemerintah daerah dalam segala hal. Termasuk penanganan Covid-19.

”Kampar dinilai sukses dalam penanganan Covid-19. Makanya beberapa wakil rakyat dari provinsi tetangga datang ke Kampar untuk mempelajari sistem disini. Tentu kita saling sharing terkait penangan Pandemi Covid-19 ini. Pada prinsipnya penanganan Covid-19 memiliki kondisi yang sama, yang dimulai dari aturan terkait pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 hingga penerapan kebijakan tersebut di lapangan,” kata Catur Sugeng.

Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kampar dinilai mampu bergerak cepat, bahkan sejak sebelum kedatangan Covid-19.

Sebelum korban Covid-19 berjatuhan, Dinkes Kampar sudah menyediakan ruang isolasi. Taman rekreasi Stanum dalam sekejap disulap menjadi ruang isolasi raksasa yang terklaster dan memiliki lebih dari 100 tempat tidur.

Selain itu, setiap Puskesmas juga memiliki ruang perawatan Covid-19. Para petugas juga sigap menjemput para pasien Covid-19 hingga ke pelosok untuk diisolasi.

Terbaik Tangani Stunting

Kampar melanjutkan ‘Succes Stroy’ penanganan Stunting di Kabupaten Kampar. Pada tahun lalu, Kampar mencatatkan diri sebagai daerah terbaik di Provinsi Riau dalam menangani stunting.

Kampar berhasil menekan angka stunting hingga diatas rata-rata penurunan yang ditargetkan pemerintah pusat.

Selama dua tahun berturut-turut Kampar menjadi kabupaten terbaik dalam urusan pencegahan dan pengentasan stunting di Provinsi Riau.

Kampar meraih Juara I sebagai kabupaten/kota paling inovatif dalam penanggulangan dan pencegahan stunting. Hal ini setelah dilakukannya penilaian oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Republik Indonesia pada Oktober 2020 lalu.

Dinkes Kampar disokong 14 dinas terkait telah melakukan terobosan untuk pengentasan permasalahan pertumbuhan pada bayi ini.

Kampar juga dianggap telah melaksanakan program intervensi konvergensi stunting dengan sangat baik dan terukur.

Angka stunting di Kampar yang mulanya mencapai 32 persen di 10 desa lokus stunting berhasil ditekan hingga dibawah 14 persen menjelang 2021. Angka 14 persen sendiri jauh diatas target yang ditetapkan secara nasional, 20 persen.

Hal ini tentu tak terlepas, tepatnya Catur Sugeng memberikan kepercayaan kepada Dedy Sambudi dalam memimpin Dinas Kesehatan.

Pelayanan Publik Meningkat

Sejumlah peningkatan pelayanan kesehatan dan juga catatan sipil juga menjadi kado Hari Jadi ke-71 Kabupaten Kampar.

Dua lembaga yang selalu dikeluhkan soal pelayanan, RSUD Bangkinang dan Disdukcapil Kampar, mengalami perbaikan pelayanan secara signifikan.

RSUD kini berubah menjadi rumah sakit yang jauh lebih ramah pasien sejak dipimpin Asmara Fitra Abadi.

Para petugas rumah sakit, sudah mampu bekerja lebih humanis dan cepat tanggap. Pelayanan ini mendapat pujian, baik dari masyarakat maupun dari sejumlah tokoh.

Mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri yang almarhum sang ibu sempat dirawat disana,  lalu dari Mantan Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri yang sempat dirawat karena operasi kaki.

Pujian juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kampar Repol yang terkenal kritis. Repol yang selalu menerima keluhan pasien RSUD, kini keluhan itu seakan-akan menghilang.

Repol memuji bagaimana RSUD Bangkinang kini lebih cepat tanggap dan selalu mendahulukan pelayanan terhadap pasien dari pada yang lainnya.

Untuk layanan kependudukan dan catatan sipil, semenjak Catur Sugeng menunjuk Muslim sebagai Kepala Dinas, alumni IPDN tersebut dengan cepat melakukan transformasi pelayanan.

Mulai dari memperpendek antrian, membenahi struktur pelayanan dan ruang tunggu, hingga melakukan kerja jemput bola ke desa-desa.

Aksi jemput bola ini menuai pujian karena sangat memudahkan masyarakat hingga layanan ini terpaksa terhenti karena kondisi Pandemi Covid-19.

Masih dalam bidang pelayanan, Catur Sugeng juga menunaikan janji kampanye bersama almarhum mantan Bupati Kampar Azis Zaenal.

Layanan ini adalah peningkatan layanan di desa melalui penyediaan ambulan. Kampar menuju program 1 desa 1 ambulan menjelang akhir masa jabatan Catur Sugeng Susanto.

Dari sekitar 240 desa, Pemkab Kampar sudah menyerahkan 140 unit ambulan yang 8 diantaranya ambulan untuk perairan. Ambulan ini sendiri gratis untuk digunakan seluruh masyarakat desa di Kampar.

Peningkatan Infrastruktur dan Pengentasan Daerah Isolir

Semangat Pemkab Kampar membangun adalah pemerataan pembangunan. Catur Sugeng menyebutkan, Pemkab Kampar saat ini bekerja keras untuk pemerataan pembangunan.

Selain itu, pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya harus tetap jalan. Sepanjang 2020, Kampar telah membangun 107 km jalan, 11 jembatan dan telah melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 230 km.

Untuk proyek infrastruktur, di tengah Pandemi, Pemkab Kampar bersih tanpa tunda bayar. Hal ini didukung pula dengan catatan bagus penyerapan anggaran di Dinas PU PR Kampar yang mencapai lebih dari 95 persen.

Pemkab Kampar pada ulang tahun ke-71 ini juga mencatatkan sejarah karena mampu memecah mitos membangun jalan untuk masyarakat terisolir di sekitar Taman Nasional Bukit Rimbang Baling.

Keterisolasian belasan desa yang dulunya tidak pernah dilalui ban ini kini mulai terbuka setelah dimulainya pembangunan jalan interpretasi. Hal ini berkat kerja keras Pemkab Kampar melakukan lobby-lobby ke sejumlah kementrian di Jakarta.

Kini sejumlah ruas jalan penghubung antar desa di kawasan perbukitan itu telah terbangun, lengkap dengan lusinan jembatan. Pada 2021 ini, Catur Sugeng dan ”kabinet” Kampar Maju-nya menarget tiga desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu itu tersambung oleh jalan dan jembatan. Hingga bila ingin ke Lipatkain atau ke Bangkinang tidak lagi harus menggunakan sampan motor.

Raih WTP

Sejak era Catur Sugeng Susanto, Kabupaten Kampar tidak pernah mendapatkan laporan keuangan daerah selain raihan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Catur Sugeng menginginkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berbenah, lebih transparan dan mematuhi aturan.

Filosofi menggunakan APBD menurut Catur Sugeng bukan sekedar membangun, tapi akuntabel, transparan dan tepat sasaran.

Bila filosofi ini dapat menjadi semangat seluruh penyelenggara pemerintahan, maka cita-cita Kampar Maju bukanlah mimpi.

Dengan filosofi ini juga akan membuat Kampar terus mendapat rapor hijau dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Dirinya bertekad akan terus mempertahankan catatan tersebut hingga akhir masa jabatannya kelak.

Dengan berbagai catatan bagus pembangunan tersebut tidak lepas dari dukungan seluruh pihak.

Tidak hanya Pemkab Kampar, tapi juga DPRD Kampar, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan segenap elemen masyarakat Kampar.

Makanya pada ulang tahun ke-71 ini Pemkab Kampar mengusung tema ‘Basamo Mambolo Nagoghi’.

Catur Sugeng, didukung Sekda Kampar Yusri Datuk Bandaro Mudo bersama seluruh Pimpinan OPD bertekad bulat membangun Kampar lebih maju di usi ke-71 tahun ini.

”Tema ‘Basamo Mambolo Nagoghi’ ini relevan bagi Kampar yang memiliki wilayah geografis yang luas, yang terus berbenah dan bergerak maju. Hingga perlu dukungan seluruh elemen masyarakat. Tantangan pembangunan dan sosial kemasyarakatan tidak ringan. Tapi dengan terus berbenah dan saling berkontribusi, tantangan tersebut dapat diatasi dan dilewati dalam satu payung panji ‘Dimana bumi dipijak disitu Langit di junjung’,” kata Bupati yang bergelar adat Datuk Rajo Batuah ini.(***)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments