Minggu, Juni 14, 2026
BerandaDaerahHasil Skrining Kesehatan Tidak Mendukung, Bupati Catur Batal Jadi Orang Pertama yang...

Hasil Skrining Kesehatan Tidak Mendukung, Bupati Catur Batal Jadi Orang Pertama yang Divaksin di Kampar

KAMPAR -(auranews.co.id)– Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH batal menjadi orang pertama di Kampar yang disuntik vaksin covid-19 jenis Sinovac, Jum’at (15/01/2021).

Pembatalan itu berdasarkan arahan dokter yang memeriksa kesehatan Catur Sugeng sebelum dilakukan pemberian vaksin.

Menurut dokter orang yang memiliki riwayat hipertensi, apalagi  komorbid itu tidak prioritas untuk divaksin.

“Hari ini saya batal divaksin. Karena tidak memenuhi kriteria dari dokter. Hasil skrining, tensi saya tinggi. Saya hipertensi. Dokter memberitahukan saya sebaiknya tidak dulu. Ditunda sementara sampai nanti memungkinkan untuk divaksin,” ujar Catur usai dinyatakan batal menjadi orang Kampar pertama yang divaksin.

Ditanyai kesiapannya melakukan penyuntikan vaksin, Bupati bergelar Datuok Rajo Batuah ini dengan tegas mengatakan siap, namun ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi.

“Jika sudah oke semua, mendapat rekomendasi dokter, saya siap divaksin,” kata Catur.

Dengan tegas, Catur menyatakan, vaksin covid-19 ini sangat penting dan perlu dilakukan untuk memutuskan rantai penularan covid-19. Ia mengingatkan, bahwa pemberian vaksin adalah usaha pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Vaksin ini harus kita lakukan, dampaknya lebih baik dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh kita terhadap penyakit covid-19,” tegasnya.

Diganti Ajudan

Sebagai ganti Catur, kemudian dengan sukarela Ajudannya Andika Yuli Pratama melakukan pendaftaran dari kategori masyarakat.

Dalam hasil skrining yang dilakukan dokter, Dika sapaan akrabnya sehari-hari, dinyatakan memenuhi syarat untuk menerima suntikan vaksin covid-19 berjenis sinovac.

“Vaksin ini sangat perlu dilakukan. Ini bentuk ikhtiar untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19,” ungkapnya.

Dika pun menghimbau dan mengajak masyarakat untuk mau divaksin covid-19. Sebab, katanya, tidak mungkin pemerintah ingin mencelakakan masyarakatnya.

“Insyaallah vaksin ini aman, dan sudah melalui beberapakali uji klinis. Mari kita putuskan mata rantai penularan covid-19 dengan melakukan suntik vaksin,” ajaknya.

Setali tiga uang, Kapolres Kampar AKBP Muhammad Kholid, Dandim 0313/KPR Letkol Inf Leo Octavianus M Sinaga, Danyonif 132/BS Mayor Inf Muhammad Syafii, Kejari Kampar Suhendri SH MH, Sekdakab Kampar Drs Yusri juga batal divaksin karena hasil skrining dari dokter tidak memungkinkan untuk saat ini disuntik vaksin.(FLS)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments