KAMPAR -(auranews.co.id)- Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Sumatera III Zubaidi, ST, MT, mengatakan, masyarakat Desa Ranah Singkuang mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2020 sebanyak 15 unit.
“15 unit ini dibantu Kementerian PUPR kepada masyarakat Desa Ranah Singkuang melalui Anggota DPD/MPR RI Pak Edwin Pratama Putra. Beliau yang mengusulkan ke Pak Menteri,” ungkap Zubaidi saat penyerahan secara simbolis BSPS 15 unit rumah ke masyarakat Ranah Singkuang, Rabu (14/10/2020).
Dengan adanya BSPS ini, ia berharap agar program rumah layak huni ini bisa berjalan tepat waktu.
“Semoga program ini tercapai, tepat waktu, dan tepat sasaran. Dengan dana Rp 17,5 juta maka pembangunannya akan didampingi pihak fasilitator. Masyarakat bisa bergotong royong, dan pengerjaan rumah ini bisa selesai bulan Desember nanti,” harapnya.
Ditempat yang sama, Anggota DPD/MPR RI Edwin Pratama Putra SH mengungkapkan, program BSPS ini adalah sebuah perjuangan bersama dari semua pihak.
“Ini perjuangan kita bersama, bukan karena Edwin saja. Sejak diamanahkan dan dilantik sebagai perwakilan rakyat di parlemen, ada beban kepercayaan yang Edwin jadikan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” terangnya.
Dirinya pun berharap, program BSPS ini bisa bermanfaat bagi penerima, agar rumah tersebut menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk masyarakat.
“Semoga bermanfaat bagi penerima. Insyaallah, Edwin akan selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat Riau umumnya dan Kampar khususnya. Insyaallah, bulan Desember nanti Edwin kesini lagi,” pungkasnya.
Selain itu, Edwin menyebutkan, Bupati Kampar merupakan sosok yang baik dan bagus dalam memimpin daerah.
“Jarang ada kepala daerah memberikan anggaran APBD untuk perumahan masyarakat. Ini adalah bukti kepemimpinan beliau,” ucapnya.
Usai menyerahkan BSPS secara simbolis ke masyarakat, Edwin bersama Bupati Kampar, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Wilayah Sumatera III Zubaidi, serta Kades Ranah Singkuang melakukan peletakan batu pertama di rumah masyarakat penerima.(FLS)
