Rabu, April 29, 2026
BerandaDaerahTak Ada Biaya Operasi, Pasien Miskin Asal Rohul Belum Bisa di Rujuk...

Tak Ada Biaya Operasi, Pasien Miskin Asal Rohul Belum Bisa di Rujuk ke Pekanbaru

ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) – Terkendala biaya operasi Daliem (55) warga miskin asal Dusun Sukamaju Desa Pematang Tebih Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau kini hanya bisa merintih menahan rasa sakit di bagian perut dan cuma bisa terbaring lemah di kediamannya.

Daliem di vonis menderita tumor dirahimnya, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul sehari. Namun pihak RSUD Rohul menyarankan agar ia dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru agar bisa ditangani dengan baik, karena keterbatasan peralatan di RSUD Rohul.

Natalia (31) anak sulung dari Daliem mengisahkan tentang awal mula penyakit yang menimpa ibunya,
“Ibu terlihat gemuk, kami kira ya biasa-biasa saja tapi lambat laun perutnya semakin membesar dan ibu sering merasa sesak bahkan sulit buang air besar, jadi sering dikusuk kami kira masuk angin,” ujar Natalia yang dipanggil Lia saat ditemui wartawan dikediamannya, Ahad (12/7/2020) sore.

Lia menambahkan, “Badan ibu terlihat makin gemuk dan perut membesar sejak bulan Ramadhan lalu hingga lama kelamaan ibu selalu mengeluh perutnya sakit dan perih bagai ditusuk jarum, bahkan nafasnya sesak ketika berbaring dan duduk selain itu badannya semakin kurus, perutnya pun kian membesar,” ungkap Natalia dengan nada lirih sambil sesekali menyeka air matanya yang menetes tanpa disadarinya.

Karena tak ingin ada masalah terhadap orang tuanya Lia membawa ibunya berobat ke Bidan Nur di Lubuk Bendahara lalu Bidan merujuk untuk USG ke RSIA Harapan Medika dan saat itu langsung ditangani oleh dr. Friadi Ginting.

“Dari hasil USG mamak kami dinyatakan bahwa ada tumor di rahim menurut dr. Friadi Ginting tumornya hanya bisa diangkat dengan jalan operasi,” tutur Lia dengan lirih.

“Setelah diperiksa ulang oleh dr. Friadi Ginting di RSUD Rohul, Dia mengatakan, “Kalau saya yang menangani sendiri, gak bisa. Harus kerja sama dengan dokter bedah, ini tumornya sudah besar dan kemungkinan lengket dengan usus, sebaiknya ditangani di Pekanbaru saja, nanti kalau ditangani di sini, kalo pendarahan gimana? Sedangkan stok darah O (positif) di RSUD Rohul kosong,” jelasnya.

Meskipun begitu, Lia tidak putus asa dia terus berupaya berkoordinasi dengan pihak RSUD Rohul, dan hasilnya Manajemen RSUD Rohul menyatakan jika Pasien dirawat di RSUD Rohul biayanya ditanggung Pemkab, namun bila dirujuk maka tidak ditanggung, jadi saya binggung, mau dirujuk tidak ada biaya, sehingga setelah dirawat sehari di RSUD Rohul, akhirnya mamak kami bawa pulang saja,” kata Lia sambil menahan tangis, melihat kondisi ibunya yang semakin melemah.

Apalagi ibunya kini tensi darahnya rendah, biasanya keadaan normal tensi darah ibunya 179 kini turun menjadi 120. Ibunya setiap hari hanya mau makan buah buahan saja, dan tidak mau makan nasi.

Natalia dan keluarganya mengaku bingung, karena untuk merujuk ibunya ke RSUD Arifin Ahmad tidak memiliki dana, sedangkan ayahnya hanya bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan.

“Untuk biaya hidup hanya cukup kebutuhan sehari-hari saja, darimana kami bisa memenuhi kebutuhan untuk biaya operasi mamak karena butuh dana besar,” ucapnya pilu.

Natalia hanyalah seorang guru honorer dengan gaji kecil, selain tulang punggung  bagi keluarga dia juga harus menghidupi dua orang anaknya yang masih kecil.

Dirinya hanya bisa berharap ada bantuan dari Pemkab Rohul juga dari para dermawan agar ibunya bisa sembuh kembali. Dia merasa iba dengan penderitaan ibunya yang setiap harinya hanya terbaring lemah dan tak berdaya. Kini Natalia, ayah dan adiknya setiap saat haya bisa mendengarkan rintihan sakit dari ibunya tanpa bisa mampu berbuat banyak.

Di tempat terpisah Kadiskes Rokan Hulu dr. Bambang Triono saat dikonfirmasi via kanal WhatsApp nya terkait kendala biaya operasi pasien miskin asal Rohul, mengatakan pasien sudah dirawat di RSUD Rohul menggunakan biaya dari RSUD Rohul dan BPJS dalam proses di Dinas Sosial. Hasil konsul dengan dr. Friadi Ginting pasien tidak bisa dioperasi di RSUD Rohul, Pasien harus dirujuk ke Pekanbaru,” ujarnya.

“Kalau dirujuk ke Pekanbaru tidak bisa lagi pakai anggaran RSUD, jadi harus nunggu selesai kartu BPJS nya,” kata dr. Bambang.(***/Alfian Tob)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments