HomeDaerahCegah Stunting, Dinkes Kampar Gencar Konvergensi Intervensi ke Desa

Cegah Stunting, Dinkes Kampar Gencar Konvergensi Intervensi ke Desa

KAMPAR KIRI HULU -(auranews.co.id)- Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melakukan berbagai upaya untuk mencegah kasus stunting di desa-desa.

Sebanyak 17 desa dari 51 desa di Kabupaten Kampar menjadi lokus stunting dengan korban beberapa anak dan balita yang kekurangan asupan gizi. Karena itu Dinkes Kabupaten Kampar terus melakukan upaya konvergensi intervensi sampai ke tingkat desa.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kampar H. Dedy Sambudi, S.Km, M.Kes pada acara Konvergensi Intervensi Stunting di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang dihadiri Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, Kadis Kesehatan Provinsi Riau Hj. Mimi Yuliani Nazir, A.Pt, MM serta Kadis Pertanian Ir. H Bustan, Kadis Perikanan Usman Amin, Kadis PMD Febrinaldi, Kadis Ketahanan Pangan Cokroaminoto, Camat Kampar Kiri Hulu H Dasril, Kepala Desa Tanjung Karang. Kesbangpol, Kepala KB, Kapus, Jum’at(26/06/2020).

“Tahun ini sebanyak 17 desa di Kabupaten Kampar dari 51 desa menjadi lokus stunting, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar terus melakukan upaya konvergensi intervensi hingga ke tingkat desa guna mempercepat pencegahan dan penanganan stunting pada Tahun 2021,” kata Dedy saat memberikan sambutan.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Kampar, ujar Dedy juga dilakukan dengan melibatkan seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Kampar.

Dinkes juga aktif melakukan berbagai upaya guna mengurangi stunting di masyarakat dengan melakukan sosialisasi di tingkat desa dengan posyandu dan kegiatan lainnya.

“Kami menyelenggarakan bulan penimbangan balita dan pemberian vitamin pada bayi berusia 0-2 tahun dan 2-5 tahun,” jelas Dedy.

Dalam pemaparannya, Dedy menyampaikan, visi misi Dinkes Kabupaten Kampar sejalan dengan visi misi Bupati Kampar yaitu mewujudkan Kabupaten Kampar yang bebas dari stunting.

Dedy mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan lingkungan serta menjaga dan memperbaiki pola makan dan pola asuh anak untuk mengurangi stunting. Dia mengajak para orang tua balita untuk selalu berkonsultasi ke puskesmas atau posyandu terdekat.

Sementara Kadiskes Provinsi Riau Hj Mimi Yuliani Nazir, A.Pt, MM mengatakan, di Riau pencegahan stunting melalui konvergensi Intervensi sudah 3 tahun berjalan.

“Di Kampar, ini tahun kedua, setelah Rohul. Hal ini dilakukan agar masyarakat Riau, anak-anak tidak mengalami stunting lagi. Makanya ada konvergensi Intervensi Stunting,” terang Mimi.

Mimi meyakini, stunting berasal dari lingkungan, seperti pola hidup yang tidak sehat dan diakibatkan kekurangan asupan gizi serta vitamin.

“Hal ini harus dilakukan, sehingga anak-anak kita bisa tumbuh semestinya. Faktor makanan merupakan hal yang penting diperhatikan, semenjak masa kandungan,” ucapnya.

Untuk itu, Mimi berharap melalui program Konvergensi Intervensi Stunting ini bisa menekan angka stunting yang tinggi di Provinsi Riau.

“Kita berharap agar tidak ada lagi stunting, kita takut ini merusak fungsi otak anak,” tutupnya.(FLS)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments