KAMPAR(auranews.co.id) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Tony Hidayat, SE meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar agar mengambil langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.
“Tentunya ini harus kita laksanakan untuk mencegah dan mengeliminir penyebaran virus yang menggoncang dunia ini, bahkan kita meminta pemerintah melakukan langkah-langkah strategis,” kata Tony saat dihubungi auranews.co.id, Senin (16/3/2020).
Langkah strategis tersebut diantaranya menggerakkan UPTD Dinas Kesehatan, sepeti Puskesmas, Puskesmas pembantu serta tenaga penyuluh kesehatan utk memberikan informasi yang dibutuhkan terkait penyebaran virus Covid-19.
“Saat ini, informasi penyebaran virus corona diserap oleh masyarakat melalui berbagai media sosial, dari informasi informal, sehingga belum bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Tony, sangat penting pemerintah berinisiatif turun langsung ke masyarakat memberikan informasi-informasi terkait antisipasi dan cara mengatasi penyebaran virus mematikan itu. Dalam kurun waktu meeliburkan aktivitas sekolah, sebaiknya pihak sekolah tetap memberikan tugas-tugas pelajaran kepada siswa agar tetap terjadi proses pembelajaran.
“Pemerintah daerah hingga pemerintah desa terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi yang membuat kegiatan massal di luar rumah, sebisa mungkin mengurangi kegiatan d luar rumah, kecuali memang ada kegiatan yg sangat penting,” katanya.
Selain itu, ia meminta destinasi wisata di Kampar ditutup untuk sementara yang bertujuan mengurangi interaksi massal di ruang terbuka, namun kegiatan rutin pemerintah berjalan seperti biasa apalagi yg bersifat pelayanan publik.
“Selama proses penutupan di lokasi-lokasi objek wisata dilakukan penyemprotan disinfektan guna memastikan bahwa lokasi tersebut bebas dari penyebaran virus corona,” jelas politisi Partai Demokrat ini.
Tony Hidayat berharap agar Pemerintah Daerah juga melalui unsur dinas kesehatan menyiapkan masker gratis, serta hand sanitizer (pembersih tangan berakohol) yang gampang diperoleh masyarakat sebab hingga kini, masker dan hand sanitizer menjadi barang langka di pasaran.***
