KAMPAR(auranews.co.id) – Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, besok, Rabu (12/2/2020), Catur terhitung 1 tahun menjabat Bupati Kampar.
Tentunya, masih banyak PR yang harus diselesaikan Catur baik persoalan pembangunan, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan masih banyak hal lainnya.
Seperti halnya, Ketua DPC PPP Kampar Hendra Yani, SE. Ia melihat banyak tantangan dan rintangan yang akan dilewati oleh Catur Sugeng untuk mewujudkan program 3i yang digagas bersama Alm Azis Zaenal.
“Masih segar diingatan saya sebagai sekretaris DPC PPP Kabupaten Kampar waktu itu, bahwa Alm Pak Azis menyampaikan ketertarikan untuk berpasangan dengan Mas Catur pada Pilkada yg dilaksanakan 17 Februari 2017,” kata Ketua DPC PPP Kabupaten Kampar, Hendra Yani memulai wawancara dengan auranews.co.id, Selasa (11/2/2020) siang.
Sebagai kader PPP, ia sempat menyampaikan plus minus ketika memutuskan berpasangan Catur Sugeng, namun keputusan Alm Azis Zaenal sudah bulat untuk berpasangan dengan Catur sehingga Parpol Koalisi merestui.
Terbukti, pilihan itu tepat. Pasangan Azis-Catur mengungguli empat pasang kandidat lainnya dan tgl 22 Mei 2017 beliau dilantik sebagai Bupati – Wakil Bupati Kampar periode 2017 – 2022.
Hendra menceritakan, awal pemerintahan Azis – Catur saat itu memberi harapan dan semangat baru bagi masyarakat Kampar, salah satu faktornya adalah situasi politik di Kampar saat itu dianggap sebagian org berada dititik nadir.
Pasangan ini tampak begitu kompak, walau ada juga timbul riak-riak, yang mana itu dianggap wajar dalam politik. Dikenal dengan slogan 3i (Infrakstruktur – Investasi – Industri) banyak program pembangunan luar biasa yang terangkum dlm RPJMD, walau banyak dinamika namun Bupati Azis Zaenal bersama wakilnya Catur terus melaju kencang membangun Kabupaten Kampar walau saat itu Bupati berada dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, akan tetapi tetap teguh mewujudkan visi misi mereka.
“Sesuai dengan yang kita pahami bersama bahwa masing-masing kita mempunyai takdir yang berbeda, antara percaya dan tidak, tepat hari Rabu 27 Desember 2018 sekitar jam 12.45 saya mendapat kabar Bupati Kampar dipanggil sang Khalik di RSCM Jakarta dan tentunya Kampar berduka,” ucap Hendra dengan nada sedih.
Sesuai peraturan, pasca wafatnya Alm Azis Zaenal, Catur diangkat sebagai Plt. Bupati Kampar & dilantik secara defenitif sebagai Bupati Kampar 12 Februari 2019. Mulai saat itu, Catur menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Kampar tanpa ada wakilnya.
Pasca dilantik sebagai Bupati defenitif, Catur mulai melaksanakan program-program daerah yang sudah disepakati antara DPRD Kampar dengan Pemkab Kampar.
“Perlu diingat bahwa program daerah tahun 2019 disusun bersama oleh Bupati Pak Azis & Pak Catur, artinya apapun capaian tahun 2019 adalah capaian bersama antara Alm Pak Azis bersama Pak Catur,” jelasnya.
Ia berharap, program bagus yang sudah dicanangkan bersama Alm Azis Zaenal tetap dilanjutkan seperti ambulance desa, umroh untuk tokoh panutan dan lainnya.
“Kami juga melihat ada beberapa penghargaan, yang terbaru SAKIP dengan kategori B, audit BPK dengan opini WTP untuk tahun 2018, pembangunan pengalengan ikan ICS, jalur interpretasi Kampar Kiri, Jalan Poro – Jernih dan banyak lagi. Sekali lagi ini adalah hasil karya Alm Pak Azis bersama Pak Catur,” urai Hendra Yani.
Selain itu, PPP menginginkan sesegera mungkin posisi wakil Bupati Kampar untuk diisi.
“Sudah satu tahun Pak Catur sendiri memimpin Kampar, sesuai aturan parpol koalisi pendukung Azis – Catur berkewajiban mengajukan dua nama Cawabup untuk dipilih DPRD, sebagai partai pengusung utama Azis – Catur kita PPP ingin posisi Wabup ini segera diisi,” sambungnya.
Hendra mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Catur Sugeng tentang hal ini dan menyatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Partai koalisi.
“Oleh karena itu, saya berharap partai koalisi segera mendiskusikan hal ini. Terakhir, mari kita selalu mendoakan semoga Kabupaten Kampar tetap maju sesuai motto kerja, kerja, Kampar Maju,” tutupnya.****
