Selasa, Mei 26, 2026
BerandaDaerahMahasiswa Kukerta UR Eksplore Pesona Objek Wisata Tasik Putri Puyu

Mahasiswa Kukerta UR Eksplore Pesona Objek Wisata Tasik Putri Puyu

MERANTI -(auranews.id)- Tasik Putri Puyu merupakan sebuah danau  yang berada dalam sebuah pulau (Pulau Padang) di Provinsi Riau, dimana tasik  tersebut lebih jelasnya terletak di Kecamatan Tasik Putri Puyu bagian barat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Nama tasik tersebut merupakan sebutan dari masyarakat di Pulau Padang. Pulau ini dapat ditempuh 3 jam perjalanan dari Pelabuhan Selat Panjang yang berada di ibukota kabupaten menggunakan speed boat.

Menurut Legenda di masyarakat,  Raja Terubuk di Gunung Ledang, jatuh hati kepada Putri Puyu karena kecantikannya.

Sang raja pun memerintahkan pasukannya untuk membawa sang putri yang mendiami tasik di pedalaman hutan Pulau Padang agar menjadi permaisuri dari raja tersebut.

Pasukan ituadalah sekumpulan ikan yang bernama  Ikan Terubuk dimana pada akhirnya tidak berhasil membawa sang putri dikarenakan kondisi alam yang berbeda.

Ikan terubuk hidup dilaut, sedangkan Putri Puyu tinggal di tasik air tawar. Sebab itulah, dilaut sekitar Pulau Padang banyak terdapat  ikan terubuknya.

Ditemani seorang perangkat desa putri puyu, Pak Syukur selaku ketua dusun sungai mata di desa putri puyu, kelompok mahasiswa kukerta memulai perjalanan dari desa putri puyu menuju tasik menggunakan sepeda motor.

Kemuadian perjalanan dilanjutkan dengan memasuki hutan yang ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang 5 Km dimana hutan tersebut masih merupakan hutan alam yang sangat asri merupakan hutan lindung pemerintah .

Pada tahun 2010 sempat di bangun akses menuju tasik pada hutan lindung tersebut dimana hutan yang rindang di babat serta diberi alas jalan berupa papan dengan lebar 3 papan.

Namun seiring berjalannya waktu akses yang sudah dibangun tersebut tidak dapat bertahan seperti papannya yang sudah lapuk , banyaknya pohon yang tumbang serta semak belukar yang menutupi kembali jalan tersebut.

Keeksotisan selama perjalanan menuju tasik sudah terasa dengan melihat beraneka ragam tumbuhan endemik yang asri seperti jenis pohon yang menjulang tinggi yaitu Punak, Meranti, Mentangor serta berbagai jenis tumbuhan liar lainnya seperti bunga bakung, mengkuang atau pandan berduri, kantong semar.selain itu juga dapat mendengar berbagai jenis suara binatang khas hutan tropis yang damai.

Meski jauh , berjalan kaki selama dua jam tidak terasa , terbayarkan oleh hamparan danau dengan air berwarna merah khas gambut dikelilingi  pohon yang menjulang tinggi, “ wahh .. nyaman  dan damai sekali tempat ini , namun sayang belum banyak masyarakat luar yang tau” ujar Anton Algrinov salah seorang mahasiswa kukerta UR , berdecak kagum.

Menikmati keseluruhan tasik, kami pun menyusurinya menggunakan sampan yang telah disediakan masyarakat setempat yang biasa mereka gunakan untuk memancing.

Kami mengelilingi selama hampir dua jam , jiwa terasa damai oleh sajian alam yang sangat  indah, belum terusik tangan jahil.

Bukan hanya itu , air tasik ini juga bisa langsung diminum, bahkan warga lokal menjadikannya sebagai air minum. Ujar Ryanda Hutapea selaku koordinator desa kukerta UR di desa putri puyu .

Di tasik ini terdapat beberapa keunikan di antara nya yaitu tidak adanya sampah dan daun gugur yang mengapung dan mengotori perairan tasik tersebut padahal disekelilingnya terdapat banyak pohon dan juga keunikan lainnya yaitu tidak bermuara dari perairan laut sekitar , namun uniknya keadaan air tasik ini mengikuti pasang surutnya air laut.

Di tengah tasik ini, ada dataran kecil yang oleh warga sekitar disebut Pulau Pulai Beranyut .

Disana ada tumbuh sebatang pohon di pulau, yang diyakini sebagai tuan Putri Puyu. Kononnya, pulau ini selalu berpindah tempat .

“Pulau itu dulunya selalu berpindah posisi, terkadang ada disini, besoknya sudah pindah kesana. Tapi sejak 15 tahun terakhir ini , pulai beranyut sudah tidak pernah pindah lagi,” kata Pak Syukur selaku ketua dusun II desa Putri Puyu.

Selain itu, di tasik ini dilarang menangkap ikan menggunakan jaring, jala ataupun sejenis alat tangkap missal lainnya.

Warga hanya diperbolehkan menggunakan pancing. Hal ini semacam bentuk kearifan lokal yang berkembang secara turun temurun untuk menjaga populasi ikan-ikan yang mendiami tasik ini.

Humas dalam kelompok Kukerta UR di desa Putri Puyu, Devita Rahmadhani mengatakan, Tasik Putri Puyu sangat cocok dijadikan sebagai  destinasi wisata alam yang menarik di Meranti.

Sebaiknya Pemkab menjadikan tasik ini sebagai sebuah prioritas jika ingin menambah PAD dari bidang pariwisata.

“Akses jalan menuju lokasi ini harus dibangun terlebih dulu, Namun sebaiknya dalam pembangunan tidak menghilangkan kesan alami yang ada, Jika akses ini sudah dibangun maka fasilitas penunjang lainnya dapat disusul tanpa harus merusak keasrian alam yang ada di sekitar,” jelas Devita.

Menurutnya ,berbagai potensi wisata dapat dikembangkan di Tasik ini, seperti membuat spot pancing , budidaya ikan ,lokasi hiburan warga, pengadaan kendaraan wisata air dan juga keasrian hutan dan alam sekitar tasik berpotensi sebagai wisata edukasi bagi pengunjung.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments