ROKANHULU(AuraNEWS.id) – Anggota Koramil 08/Tandun yang tergabung dalam Satuan Petugas (Satgas) Gabungan Penanggulangan Kebakaran Lahan.dan Hutan (Karlahut) Provinsi Riau 2019. Satgas Gabungan ini dibagi dalam tiga Tim dan ditempatkan di tiga tempat yang rawan akan terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah binaan Koramil 08/Tandun.
Setiap Tim terdiri dari sepuluh orang Anggota TNI perwakilan Koramil-koramil yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Dalam pelaksanaan harian patroli terpadu meliputi kegiatan antara lain, melakukan koordinasi dengan aparat desa, mendatangi lokasi areal rawan terjadinya Karlahut, melakukan sosialisasi pendekatan diri dan penyadartahuan kepada masyarakat.
Melakukan penandaan di areal lahan rawan karlahut, juga pengumpulan data dan informasi di areal rawan karlahut, kemudian memetakan kondisi desa, baik fisik maupun permasalahan di lokasi kebakaran lahan dan hutan.
Melakukan pemadam awal apabila ditemukan kejadian karlahut, serta menggali potensi desa yang bisa diberdayakan dan dikembangkan sebagai modal sosial dan pemberdayaan.
Prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2019. Pada periode Juli – September, sebagian besar wilayah memiliki curah hujan rendah dengan sifat hujan di bawah normal.
Dalam beberapa hari terakhir cuaca panas dan suhu udara mulai tinggi, di susul dengan curah hujan yang mulai menurun dan mulai terdeteksinya Hotspot (Titik panas) dan kejadian karlahut di sebagian wilayah
“Kita berharap dengan Patroli terpadu ini dapat meminimalisir dan menekan seminimal mungkin kejadian karlahut dan mensinergikan upaya para pihak dalam pencegahan kebakaran lahan dan hutan,” ujar Pelda Muksin selaku Dantim 8 Subsatgas 6, Selasa (16/7/2019).(***)
