BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Kegagalan pembangunan gedung delapan lantai yang direncanakan almarhum Azis Zaenal bukan disebabkan oleh unsur dendam politik. Akan tetapi pemda lebih mengutamakan untuk memanfaatkan gedung yang lama.
“Pembatalan itu bukan karena ada unsur politik gak, tetapi setelah kami telusuri dan didata bersam pak bupati banyak gedung pemerintah di Bangkinang ini tidak digunakan,” kata kepala dinas PUPR Afdal di Bangkinang, Senin (15/7).
Afdal menjelaskan, pembatalan proyek raksasa itu disebabkan ada tiga unsur yang harus diperhatikan, adalah dari segi teknis, prioritas dan anggarannya.
Dari segi teknis, pembangunan gedung begitu megah tidak memiliki lahan parkir tidak mungkin, gedung delapan lantai paling tidaknya memiliki karyawan diatas 60 orang lebih.
Sementara kita tidak memiliki lahan parkir, mustahil kalau pegawai disitu tidak membawa kendaraan pribadinya. Memandang banyaknya anggaran yang dibutuhkan sehingga gedung yang lama difungsikan kembali.
“Seperti kantor bupati lama, dan kantor yang lain lain,” tuturnya.
Untuk saat ini pemerintah daerah lebih fokus kepada pembangunan jalan dan jembatan, sesuai visi misi pasangan azis catur kemarin.
Pembatalan gedung 8 lantai akan direview ulang, dari segi efensiensi, anggaran 30 miliar untuk pembangunan gedung akan diarahkan ke perbaikan jalan dan jembatan.(Defrizal)
