
SIJUNJUNG (auranews.co)–Terkait beredarnya video tidak senonoh sesama jenis di media sosial yang menghebohkan masyarakat Kabupaten Sijunjung beberapa hari ini, menjadi perhatian Polres Sijunjung.
Video singkat yang memperlihat tindakan asusila dua lelaki sesama jenis tersebut berdurasi sekitar 10 detik. Dalam video, terlihat pelaku tersebut sumringah saat merekam suasana yang diduga dalam sebuah kamar itu.
Sementara yang membuat heboh adalah, bahwa salah seorang yang ada didalam video tersebut, yang juga sebagai perekam sangat mirip dengan salah seorang yang diketahui berinisial MSQ.
MSQ atau inisial panggilan OP ini diketahui adalah seorang lulusan PPPK yang bertugas sebagai ajudan atau protokoler istri orang nomor satu di kabupaten Sijunjung.
Kapolres Sijunjung melalui Kasat Reskrim, AKP Hendra Yose, membenarkan bahwa, pihaknya telah memonitor video yang meresahkan warga tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan intensif.
"Iya benar, kami sedang mendalami video berdurasi 10 detik tersebut. Saat ini tim sedang bekerja dan mudah-mudahan segera membuahkan hasil," ujar AKP Hendra Yose saat dikonfirmasi.
Untuk meluruskan siapa sebenarnya orang yang didalam video itu, auranews.co mencoba mendatangi kampung halaman pelaku. Ternyata benar, bahwa pelaku adalah benar MSQ atau OP warga nagari tersebut.
"Iya benar, yang didalam video LGBT itu memang benar adalah warga sini yang biasa dipanggil warga dengan Si OP (inisial panggilan,red),"kata salah seorang warga yang tak ingin namanya disebut kepada auranews.co pada Senin (7/7/2026).
Perlu diketahui, saat ini Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI sedang menggodok regulasi ketat terkait perilaku menyimpang, menyusul diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang mengkategorikan penyebaran budaya LGBT sebagai ancaman nonmiliter.
Diharapkan kasus yang mencoreng nama pemerintah ini ditindak tegas oleh pemerintah daerah Kabupaten Sijunjung. Karna pelaku adalah salah seorang aparatur PPPK yang juga bekerja dilingkaran protokoler istri Bupati.
Karna sangat jelas, dengan beredarnya video tersebut telah memantik kemarahan masyarkat Sijunjung, yang dikenal memegang teguh adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Salah seorang warga, Anin (36), mengungkapkan rasa terpukulnya dan menilai peristiwa ini telah mencoreng nama baik daerah.
"Ini sudah sangat luar biasa dan memalukan. Video ini benar-benar mencoreng nama Kabupaten Sijunjung. Kami sebagai masyarakat meminta dengan tegas kepada Kapolres Sijunjung beserta jajaran untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya dan menangkap para pelakunya," tegasnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Sijunjung masih terus melakukan penelusuran digital forensik dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk memastikan keaslian video serta menentukan unsur pidana terkait UU ITE maupun undang-undang pornografi. Konfirmasi lebih lanjut dari pihak Badan Kepegawaian Daerah maupun juru bicara Pemerintah Kabupaten Sijunjung terkait status kepegawaian terduga pelaku masih terus diupayakan.
