HomeDaerahLaga Persahabatan Perdana Omputaka FC Vs PWI Kampar

Laga Persahabatan Perdana Omputaka FC Vs PWI Kampar

BANGKINANGKOTA(Auranews.co.id)  – Kecintaan Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pemerintahan, Hukum dan Sumber Daya Manusia (SDM), Yurnalis Basri terhadap perkembangan olahraga terkhusus sepakbola di kampung halamannya di Kabupaten Kampar terus dibuktikan.

Pria yang kini akrab disapa Udo Yurnalis atau Udo NBO (Nalis Basri Ocu) itu telah membentuk sebuah klub sepakbola, komunitas sepakbola yang diberi nama Omputaka atau singkatan dari Ompek Puluo Tahun Kate (dalam bahasa Ocu red) atau Empat Puluh Tahun Keatas (dalam Bahasa Indonesia red).

Klub Omputaka FC ini dilaunching pada Kamis (15/6/2022) malam. Tiga hari pasca dilaunching, Omputaka menggelar pertandingan persahabatan perdana, Ahad (19/6/2022) sore di Stadion Mini Anggun-anggun Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang.

Lawan perdana yang dipilih oleh Yurnalis NBO dkk adalah tim sepakbola PWI (Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar yang dimotori Ketua PWI Kampar Akhir Yani dkk. Pada laga penuh kehangatan ini Omputaka sukses menundukkan PWI Kampar dengan skor 2-1.

Sejumlah pemain senior tampak ikut merumput pada laga ini. Selain Yurnalis Basri yang juga kapten tim, terdapat nama-nama veteran seperti Yurnalis Yulnedi Tanjung, Akhyar dan Halim, Putra Budiman, Syamsuar, Darus, Iluk Syamsul, Juned dan Hidayat.

Sementara di kubu PWI diperkuat wartawan PWI diantaranya Akhir Yani (C), juga terdapat nama Defrizal, Harisep, Ari Amrizal, Amri Panglimo Mudo, Herman Jhoni, Agra Vezy dan beberapa pemain dari Kominfo Robi dan Supardi dan dari tokoh muda Kampar Dr Budi Azwar.

Pertandingan ini dimenangkan oleh Omputaka FC 2-1 atas PWI Kampar ini. Masing-masing dua gol kemenangannya dicetak oleh Isam dan Masjul. Sementara dari PWI Kampar dicetak Syawal Jose wartawan Riauterkini.com.

Ketua Umum Omputaka FC Yurnalis Basri usai pertandingan ini kepada sejumlah wartawan mengungkapkan sejumlah alasan dan apa saja harapan dibentuknya klub yang pemainnya dihuni mantan-mantan pesepakbola tahun 1970an hingga 1990an.

Yurnalis yang juga merupakan putra Muara Uwai ini mengaku bersyukur karena misi silaturahmi telah dimulai pada laga perdana ini. “Alhamdulillah misi silaturahmi telah terlaksana. Bukan soal menang atau kalah. Saya selalu katakan bahwa ada nilai silaturahmi yang kita usung, selain hablum minallah ada halim minannas,” ujar Yurnalis.

Selanjutnya,, mantan Kepala Dinas PMD Riau ini mengatakan, bicara sepakbola adalah bicara kerjasama. Pembinaan sepakbola harus melalui proses karena pembentukan tim tanpa proses akan sulit. “Oleh karena itu harus jalan prosesnya, kompetisi harus banyak. Salah satu misi Omputaka bisa jadi membuat Omputaka Cup. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi pembinaan sepakbola usia muda,” beber mantan pemain Persiber ini.

Turun gunungnya para pemain legend atau veteran seperti Yulnedi Tanjung, mantan pemain Adebe yang telah berusia 58 tahun, Halim (mantan pemain Prima), Akhyar (Persiber) diharapkan memberi contoh kepada generasi muda. Anak muda diharapkan jangan terlena permainan dunia saat ini seperti game online. “Setidaknya mengurangi,” pungkas NBO.

Sementara itu, Ketua PWI Kampar Akhir Yani mengatakan, sosok Yurnalis NBO tidak hanya menyampaikan pesan silaturahmi dan semangat berolahraga namun lebih dari pada itu adalah pesan agar gairah pembinaan sepakbola harus selalu dimunculkan di Kampar. Apalagi Kampar terkenal dengan daerah yang memiliki talenta bakat alami pesepakbolanya.

“Tinggal poles sedikit saja bisa menjadi sebuah kekuatan luar biasa. Semoga kedepan, dengan gairah yang ditebarkan Omputaka, akan ada tim sepakbola di Kampar berlaga di kancah sepakbola Liga 1 Indonesia,” ujar Akhir Yani.

Ia juga mengucapkan apresiasi dan selamat atas terbentuknya Klub atau Komunitas Sepakbola untuk para usia 40 tahun keatas atau Omputaka Dan mewakili intan pers wartawan di PWI Kampar menyampaikan terima kasih kepada Omputaka yang telah memilih PWI Kampar sebagai lawan tanding perdana.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments