KAMPAR(auranews.co.id) – Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Jhon Mainir berharap agar kedepannya adat dan budaya bisa menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah-sekolah.
Harapannya ini menjadi motivasi dirinya didalam menjalankan tugas semenjak diamanahkan memegang jabatan Kepala Bidang Kebudayaan.
“Kedepannya, kami berharap adat dan budaya bisa masuk pelajaran muatan lokal di tingkat SD dan SMP. Karena pelajaran adat dan budaya sangat penting bagi kita terutama bagi anak-anak yang akan beranjak dewasa,” kata Jhon Mainir mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Zulia Dharma saat menghadiri Penobatan Datuok Alam Persukuan Melayu Sumpu di Desa Pulau Jambu, Kuok, Ahad (27/2/2022).
Dengan masuknya adat dan budaya menjadi mata pelajaran di sekolah, Jhon Mainir yakin para pemuda-pemudi di Kabupaten Kampar mampu untuk melestarikan adat dan budaya yang sudah ada.
“Adat dan budaya kita di Kabupaten Kampar ini sangat banyak dan sangat perlu untuk dilestarikan. Dan ini tentunya juga perlu diketahui oleh para generasi kita. Untuk itu, kami sangat terobsesi pelajaran ini bisa menjadi pelajaran Muatan Lokal di sekolah-sekolah,” harapnya.
Mengenai penobatan Datuok Alam Persukuan Melayu Sumpu, Jhon Mainir mengaku sangat mendukung acara tersebut.
Menurutnya, kegiatan penobatan ini merupakan regenerasi kepengurusan ninik mamak di Kabupaten Kampar yang harus dilestarikan.
“Kami Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar mengajak seluruh elemen baik kami dari eksekutif, legislatif, tokoh-tokoh masyarakat dan anak kamanakan agar terus melestarikan budaya yang sudah ada karena untuk melestarikan adat dan budaya ini merupakan kewajiban kita bersama,” pungkasnya.***
