BANGKINANGKOTA(auranews.co.id) – Tokoh Masyarakat Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri, SAg menanggapi pernyataan atau kritikan yang dilontarkan Abu Nazar selaku Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten Kampar terhadap Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto.
Ia menilai kritikan yang disampaikan Abu tersebut terlalu berlebihan dan tidak tepat pada tempatnya.
“Sekarang ini Abu selaku apa ? Ketua KNPI atau Ketua FKPAI. Kalau selaku Ketua KNPI sah-sah saja mengeluarkan bahasa seperti itu. Kalau selaku Ketua FKPAI rasanya tidak pas, terkesan memprovokasi,” kata Ahmad Fikri kepada auranews, Kamis (11/10/2021).
Ia menghimbau kepada para Mubaligh agar tidak terpancing dengan isu-isu yang mengadu domba antara pemerintah daerah dengan ulama. Fikri melihat ada suatu hal yang mungkin menunggangi FKPAI untuk menjatuhkan marwah Bupati didepan para ulama.
“Sekarang ini kan persoalan ketidakhadiran Bupati dalam suatu acara. Tapi kok harus sampai terkesan adu domba antara pemerintah dengan ulama. Seharusnya Abu selaku Ketua para mubaligh bisa memberikan suasana yang sejuk bukan malah memanaskan,” ungkap Pria yang akrap disapa Onga Fikri itu.
Menurutnya, tidak seharusnya ketidakhadiran Bupati dalam suatu acara menjadi permasalahan. Bisa saja, karena ada suatu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, Bupati mewakilkan acara tersebut pada asistennya.
“Disini saya tidak membela Bupati. Namun, saya tidak suka aja jika pemerintah daerah di adu dengan para ulama. Sebab, negeri kita ini negeri beradat dan pemerintah daerah selama ini sejalan dengan para ulama,” jelas Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kampar dua periode tersebut.
“Kalau Bupati nggak sibuk, pasti dia hadir apalagi tempat acara pelantikan dekat dengan lokasi bupati saat itu. Berprasangka baik saja kita, jangan seuzzon,” sambung Onga Fikri.
Sementara, Ketua FKPAI Kabupaten Kampar Abu Nazar mengaku tidak ada niat untuk memprovokasi Bupati Kampar dengan para ulama. Namun, ia merasa sedikit tersinggung dengan ketidakhadiran Bupati dalam acara pelantikan pengurus FKPAI beberapa waktu lalu.
“Bupati terkesan melecehkan para ustadz-ustadz dengan tidak mau hadirnya dalam acara pelantikan kemarin. Kalau marah sama saya, jangan seperti itulah. Kan bisa mampir sebentar ketempat acara. Padahal dia saat itu ada didalam ruangannya,” kata Abu saat dihubungi auranews melalui WhatsApp pribadinya.
Abu mengaku, apa yang ia sampaikan murni dari dirinya bukan ada yang menungganginya. “Ini murni dari saya dinda, tamu kita adalah para ustad termasuk ada anggota DPR RI, Syahrul Aidi. Ini tidak ada kaitannya dengan politik ya,” tegasnya.***
