Minggu, Juni 7, 2026
BerandaDaerahTagihan Listrik "Bengkak" 2 Kali Lipat, Warga Pasir Pengaraian Sempat Syok

Tagihan Listrik “Bengkak” 2 Kali Lipat, Warga Pasir Pengaraian Sempat Syok

ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) –Warga Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau, sempat syok melihat tagihan listrik membengkak hingga dua kali lipat, Senin (31/5/2021).

Seperti yang dirasakan Saiful (63 th) warga jalan Kampar RT 03 RW 01 Lingkungan Tanjung Belanti Kelurahan Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, karena merasa tak wajar dengan tagihan listrik itu, dia pun sempat meluapkan kekesalannya dengan memarahi Petugas Pencatat KWH. Namun petugas mengarahkannya untuk datang ke Kantor PLN ULP Pasir Pengaraian.

“Saya kesal kok sampai naik dua kali lipat, padahal pemakaian seperti bulan-bulan sebelumnya, ada apa ya?,” sebutnya.

Dirinya mengaku, tagihan listrik mengalami kenaikan pada bulan Mei sampai dua kali lipat. Padahal bulan April, tagihannya normal.

“Karena bulan-bulan sebelumnya tagihan saya stabil di angka Rp. 250.000 sampai dengan Rp. 330.000, tiba-bulan ini melonjak jadi Rp. 554.000,” jelasnya.

Selain Syaiful, warga Desa Pematang Berangan bernama Mar (47 th) juga mengungkapkan hal serupa. “Bulan April saya membayar sebesar Rp.160.000, tapi bulan ini tagihan listrik saya jadi Rp. 350.000,” sebutnya dengan nada kesal.

Keluhan masyarakat soal tagihan listrik yang membengkak kembali merebak, masyarakat memperkirakan ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterapkan untuk pengguna daya 450 VA dan 900 VA.

Sementara itu Kepala PLN ULP Pasir Pengaraian Heru saat dikonfirmasi merespon dan mengatakan, “Terkait tagihan listrik yang melonjak sudah dilakukan pengecekan di sistem PLN, untuk angka meter sudah sesuai dan kenaikan pemakaian kwhnya tidak signifikan,” Ujarnya.

Heru menambahkan, yang perlu diiketahui bahwasanya pelanggan sudah melakukan naik daya sejak bulan lalu dari 450 ke 2.200 VA, sehingga tarif per kwhnya berubah menjadi 1.444 per kwh, yang dulunya tarif bersubsidi. Tapi kalau dilihat pemakaian kwh nya sudah melebihi daya 450 VA, selama ini aman karena MCB nya sudah tidak standar.

Heru meminta agar menanyakan hal tersebut ke pelanggannya, karena di sistim sudah naik daya ke 2.200 VA ketika ada promo kemarin, mungkin pelanggan milih ke 2.200 karena lebih murah naik dayanya

Di tempat terpisah Pemilik meteran mengaku pernah ditawari naikkan daya dari 450 VA menjadi 2.200 VA dengan membayar Rp. 220.000, dan saat itu pelanggan sempat menolak karena dirinya kurang paham tentang daya dan selama ini dirinya tidak punya TV atau Kulkas. Dia hanya mengontrak disebuah warung ornamen kayu yang merupakan bangunan tua. Dirinya meminta kepada PLN ULP Pasir Pengaraian untuk mengecek pemakaian daya dirumahnya,” ujar Wil kepada wartawan, Senin (31/5/2021) pagi.

Sementara itu Supervisor PLN ULP Pasir Pengaraian Richo Setianada ketika ditemui diruang kerjanya menjelaskan, “Kalau akan melakukan penurunan daya dari 2.200 VA ke 900 VA harus menunggu 1 tahun lagi, Pihaknya juga berjanji akan melakukan cek lapangan dalam waktu dekat untuk memastikan keluhan pelanggannya.(***/Alfian Top)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments