BANGKINANG KOTA -(auranews.co.id)- Di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah, ditandai dengan angka jumlah kasus yang terus bertambah, pemerintah terus berusaha mengurangi penyebaran Covid-19 dengan berbagai kebijakan. Salah satunya anjuran jaga jarak dan di rumah saja.
Akan tetapi, pemerintah tak bisa jadi entitas sendiri yang bisa menangani persoalan ini. Apalagi banyak masyarakat yang kesulitan mencukupi kebutuhan keluarganya, terutama keluarga ekonomi kelas bawah seperti keluarga anak yatim.
“Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyantuni anak yatim, salah satunya dengan berbagi,” kata Ketua STIE Bangkinang DR. Zulher, MS, Rabu (21/10/2020).
Menurut Zulher, berbagi merupakan hal sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan beban saudara kita dan membahagiakan orang lain.

Kata Zulher, contoh berbagi antara lain dengan memberikan masker dan menyantuni anak-anak yatim yang benar-benar dibutuhkan saat pandemi ini.
“Pembagian dilakukan secara langsung door to door ke rumah warga untuk menghindari kerumunan. Hal inilah yang kami lakukan dalam rangka berbagi kebahagiaan bersama dengan anak yatim,” katanya.
STIE Bangkinang merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua setingkat perguruan tinggi yang berafiliasi di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada lingkungan, STIE memberikan santunan kepada anak yatim yang ada di lingkungan sekitar lingkungan kampus yaitu Kecamatan Bangkinang Kota dan Bangkinang.

Kedepannya, STIE Bangkinang berencana meneruskan kegiatan berbagi ke kecamatan lainnya di Kabupaten Kampar. Dirinya berharap, dengan bantuan tersebut bisa mengurangi beban keluarga.
Terlebih saat ini, anak sekolah dianjurkan belajar dalam jaringan (daring), maka perlu biaya tambahan. Selain itu juga, masyarakat bisa memanfaatkan santunan tersebut untuk biaya tambahan membelikan bahan-bahan pokok.
“Dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk senantiasa memperhatikan nasib anak anak yatim. Oleh karena itu menyantuni anak yatim menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai umat islam. Kita tidak ingin ada anak-anak putus sekolah. Tadi ada salah seorang anak yang tidak dapat melanjutkan ketingkat perguruan, jadi saya suruh lanjutkan pendidikan di STIE, kita bantu,” kata Zulher mengakhiri.
Santunan dan masker tersebut merupakan sumbangan dari Ketua STIE Bangkinang Zulher, serta dosen dan staf pegawai. Zulher juga mengajak seluruh pihak untuk turut membantu masyarakat yang tengah kesulitan ekonomi dimasa pandemi covid-19 ini.(FLS)
