KAMPAR -(auranews.co.id)- Mungkin tidak banyak orang mengetahui, ternyata sosok orang tua Danyonif 132/Bima Sakti Mayor Inf Muhammad Syafii Nasution adalah seorang tentara juga.
Ia, Syafii rupanya anak kolong (sebutan untuk anak para angkatan). Ayahnya, dulu tahun 2000-an pernah berdinas menjadi Danramil 07/Kampar (dulu bernama Koramil 07/Air Tiris).
Nama ayahnya almarhum Sakti Nasution, terakhir berpangkat Kapten, kecabangan infanteri. Ibunya bernama Rosmawati Simanjorang.
“Ya benar, ayah saya dulu Danramil Air Tiris, tentunya kami refleksi kan lagi, dulu orang tua kami pernah bertugas disini sebagai danramil. Sekarang saya anaknya meneruskan, tapi sebagai komandan batalyon,” ungkap Syafii kepada auranews.co.id, Selasa (08/09/2020) lalu.
Pria berdarah Batak ini memiliki 5 saudara kandung. Semuanya berprofesi sebagai abdi negara, 4 (empat) orang TNI dan 1 (satu) orang polisi.
Hal ini juga dibenarkan Kapten Caj (K) Juni Herawati Nasution yang berdinas di Ajenrem 031/WB dan Kapten Inf Armi Parulian Nasution Danramil 09/IV Koto, Kodim 0304/ Agam, Sumatera Barat, serta Brigadir Suhairi Agustian Nasution, Serse Intelkam Polsek Rumbai, Pekanbaru.
Dua perwira dan satu bintara polisi itu merupakan kakak, abang dan adik Syafii yang hadir saat pelantikan.
Sementara yang lain bernama, Kapten Chb (K) Baidar Satyawati Nasution yang berdinas di Infulahtad Mabesad Jakarta.
“Cita-cita yang selalu diucapkan orang tua kami, saya berawal dari tamtama, anak saya harus jenderal,” ujar Kapten Juni dan Kapten Armi sembari menirukan ucapan ayahnya.

Suami Olivia Herleyna Basri ini pun menuturkan, karier militer sampai jabatan sebagai Danyon ini pun tak terlepas berkat doa dari kedua orangtuanya.
Ditambah, didikan keras almarhum ayahnya menjadikannya seorang yang berdedikasi tinggi bagi negara.
“Saya berterimakasih atas doa orang tua juga, kami bisa meneruskan jabatan orang tua kami, yang dulu pernah disini. Sekarang kami yang meneruskan estafet disini. Tentunya harus lebih baik dari orang tua kami,” pungkasnya.
Saat perkenalan diri pada acara ramah tamah Danyonif 132/BS, Syafii bertutur bahwa Pekanbaru, Riau bisa dikatakan kampung halamannya juga. Selain Deli Serdang, Sumatera Utara tempat kelahirannya.
Pria kelahiran 31 Desember 1981 ini pun kerap bolak-balik menempuh pendidikan. Sama seperti anak tentara lainnya, jika ayahnya pindah tugas, maka keluarga pun mau tak mau harus ikut.
“Kami asli Medan. Kami pernah SMP 4 Pekanbaru, kemudian pindah ke Padang, dan akhirnya menamatkan pendidikan di SMA 1 Pekanbaru,” terangnya.

Abituren Akmil 2003 ini, memiliki satu orang putra yang bernama Ferdias Dzaky Syahfarezi Nasution. Selesai Akmil, dirinya langsung berdinas di daerah rawan konflik, Papua.
Berikut riwayat perjalanan tugas Mayor Inf Muhammad Syafii Nasution selama dimiliter.
– Danramil 1707-10 Asmad Papua (17-10-2004)
– Danton II KI C Yon 303/SSM Brigif 13 DIV I Kostrad (19-03-2006)
– Danton II KI A Yonif 303/SSM Brigif 13 DIV I Kostrad (11-10-2006)
– Dantonban KI A Yonif 303/SSM Brigif 13 DIV I Kostrad (01-03-2009)
– Pasi 2/OPS Yonif 303/SSM Brigif 13 DIV I Kostrad (30-09-2009)
– Pasi 2/OPS Yontar Madya Mentar Akmil (12-09-20011)
– Danki B Yontar Wreda Mentar Akmil (31-05-2012)
– Pabanda Dikpabatasus Spaban-II/Bindik Spersad (06-01-2014)
– Pabanda Seldik Spaban-II/Bindik Spersad (22-03-2016)
– Pabandya Sunjianbanghanrat Bidjianbangstrahanrat Sdirbinjianbang (17/09-2018)
– Pabandya Binkar Spersdam I/BB (12-11-2019).(FLS)
