Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaDaerahMengaku Pernah Ditawarkan Menjadi Ketua KONI, Onga Fikri: Jangan Semua Mau Diurus

Mengaku Pernah Ditawarkan Menjadi Ketua KONI, Onga Fikri: Jangan Semua Mau Diurus

BANGKINANGKOTA(auranews.co.id) – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar makin memanas. Sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan bahkan mengaku mendapat dukungan dari orang nomor satu di Kabupaten Kampar.

“Musorkab kali ini kita butuh sosok ketua yang betul-betul serius bisa mengurus KONI, bukan hanya sekedar energik,” kata Ketua Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri kepada auranews.co.id, Ahad malam (30/8/2020).

Ia mengaku sangat menyayangkan ada sejumlah pihak yang ingin maju pada Musorkab KONI Kabupaten Kampar mengklaim mendapat dukungan dari Bupati Kampar.

“Kalau dukungan, saya juga pernah ditawarkan oleh Bupati menjadi Ketua KONI, tapi saya merasa masih banyak orang yang bisa lebih fokus dari saya, jadi sudahlah tak usah mengklaim-klaim mendapat rekomendasi dari Bupati,” katanya.

“Jangan semua mau diurus,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Onga itu menilai semua pengurus yang ada di KONI saat ini rata-rata energik. Oleh karena itu, energik bukanlah menjadi satu indikator untuk menjadi pemimpin.

“Serius, fokus dan ontime untuk KONI, orang seperti inilah yang dibutuhkan. Kalau Onga orang politik, tak akan bisa fokus mengurus KONI ini, maka dari itu mari kita berikan kesempatan kepada yang lain untuk bertarung biarkanlah cabor-cabor yang menentukan pilihan,” harapnya.

Mengenai adanya rekomendasi dari Bupati Kampar untuk salah satu calon, Fikri meminta Bupati Kampar agar tidak terlibat dengan memberikan dukungan sebab nantinya ditakutkan akan terjadi intimidasi kepada Cabor.

“Berikan kesempatan kepada Cabor untuk memilih, kalau Bupati ada memberikan rekomendasi ditakutkan disalahgunakan oleh calon tersebut dengan melakukan intimidasi, apalagi kita akan menghadapi event-event besar seperti Porprov dan PON. Kalau orangnya salah, yang malu nantinya juga Bupati. Kepada Cabor-cabor jangan takut diintimidasi,” tegas Onga.

Menurut Onga, KONI merupakan organisasi semi plat merah. Oleh karena itu dibutuhkan sosok yang mengerti dengan olahraga.

“Saat ini bukan dalam konteks visi misi, kalau visi-misi semua orang bisa karena hanya tinggal menjalankan. Jika perlu, kalau tidak ada orang yang serius mengurus KONI ini, tunda saja Musda karena ini marwah daerah,” tandas Mantan Ketua DPRD Kampar dua periode tersebut.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments