KOTORANAH(AuraNEWS.id) – Pegiat Literasi Rokan Hulu (PLR) dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Rokan Hulu (Rohul) taja gema literasi yang meliputi agenda tapak tilas budaya dan bincang literasi mengangkat tema “Cerita Rakyat Kotoranah”, Selasa (31/12/2019).
Kegiatan akhir tahun 2019 ini selain berpetualang menikmati keindahan alam Goa Tiga Pintu, Goa Tujuh Serangkai Kabun, Bukit Batu, dan berkunjung ke kediaman pewaris kitab gundul kuno, Annuarbay dan berakhir bincang literasi membahas cerita rakyat di rumah Jamarin anggota BPD Kotoranah dan Penasihat Kelompok Pecinta Alam Koto Ranah (KPA-KR).
Enam orang peserta Gema Literasi
mengurangi agenda tapak tilas budaya mengingat kondisi jalan yang tak memungkinkan karena curah hujan yang tinggi dan waktu yang sangat singkat untuk mengunjungi Bukit Taman Manggis.
Ketua FTBM Rokan Hulu, Nirma Herlina, C.Ht., M.Pd. mengatakan tapak tilas budaya sangat menantang dan mengasyikan apalagi mendapatkan cerita rakyat yang ada di Kotoranah.
“Cerita rakyat seperti Bujang Kinari ini menjadi agenda yang ditulis untuk dibukukan sebab Rokan Hulu masih sedikit yang menggali cerita rakyat,” ucap Nirma.
Jamarin sebagai pemandu tapak tilas dan narasumber bincang literasi mengatakan Bukit Taman Manggis menyimpan banyak versi cerita rakyat tentang Bujang Kinari.
“Bujang Kinari bisa berubah wujud jadi rusa, ikan, harimau dan lainnya apabila ada yang takabur dan terniat di hati seseorang,” jelas Jamarin.
Hal ini dibenarkan oleh Abizar yang ikut memandu kegiatan Gema Literasi tersebut. Beliau pernah mengalami kejadian aneh saat berburu di Bukit Taman Manggis.
“Saat berburu ada beda aroma rusa dengan wujud Bujang Kinari berbentuk rusa sangat busuk sekali,” terangnya.
Bujang Kinari merupakan penjaga Bukit Taman Manggis yang ada telaga berukuran 8 x 9 meter yang tak pernah kering meskipun kemarau panjang dan daerah penjagaannya di sepanjang Sungai Kinari,” pungkasnya.(Suyatri Yatri)
