BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Dalam mengatasi resiko bencana banjir dan tanah longsor di provinsi Riau tahun 2019, pagi ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi dan kabupaten kampar menggelar apel siaga pengurangan bencana di lapangan pelajar Jln Ahmad yani Langgini Bangkinang, Senin (18/11/2019).
Bertindak sebagai pimpinan apel pada kegiatan apel siaga ini, Bupati kampar H.Catur sugeng susanto SH.
Apel siaga pengurangan bencana ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pengurangan resiko bencana yang timbul di wilayah provinsi Riau.
Turut hadir Kapolda Riau diwakili Kombes Cok Bagus Ari, Dan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru diwakili Kabinpotdirga Lanud Rsn Letkol Yulfendri Yusuf. S.pd, Kepala BPBD Prov. Riau, Edwar Singer, S.H, MSi, Dandim 0313/KPR, Letkol Inf. Aidil Amin, S.I.P, M.I.Pol, Kapolres Kampar, AKBP. Asep, Darmawan, S.I.K, S.H, Sekda Kampar, Drs. H. Yusri, M.Si, Kepala Pengadilan Agama Bangkinang, Dra. H. Rukiah Sari, S.H, Dan Yonif 132/BS diwakil Danki Markas, Personil Polres Kampar, Personil Kodim 0313/KPR, Personil Batalyon infanteri 132/BS, ASN di lingkungan Kabupaten Kampar, serta tamu undangan.
Bupati H. Catur sugeng susanto SH pada kesempatan ini membacakan amanat dari Gubernur provinsi Riau.
Beliau menjelaskan bahwa selain curah hujan yang tinggi, bencana banjir dan longsor juga disebabkan okeh beberapa hal seperti :
1. Perusakan dan penggundulan hutan atau kawasan tangkapan hujan di hulu, air hujan banyak yang tidak terserap, sehingga air-air tersebut akan turun menuju sungai.
2.perubahan sistem drainase pembungan air suatu daerah yang biasanya tidak banjir akan menjadi langganan banjir jika disekitar daerah itu melakukan sesuatu yang mengubah sistem drainase yang sudah ada tanpa AMDAL.
3. Saluran air mampet, jika got, selokan, dan parit-parit mampet, maka akan sangat mudah meluapnya air ke daerah penduduk atau di jalanan.
4. Membuang sampah sembarangan, inilah salah satu faktor penyebab dimana sungai-sungai, selokan maupun parit menjadi tidak mampu menampung jumlah volume air yang bayak.
5. Tanah yang tertutup semen, paving dan aspal secara meluas dan massif menyebabkan air hujan yang turun sulit menginfiltrasi ke tanah.
Himbauan gubernur Riau juga di sampaikan oleh pimpinan apel, adapun:
1. Agar seluruh masyarakat Riau meningkatkan kewaspadaan, dan menyiapkan perbekalan, obat-obatan pribadi terutama bagi yang tinggal di permukiman yang rawan terhadap bencana banjir dan longsor.
2. Meningkatkan kegiatan gotong royong, pembersihan drainase dan saluran air serta tidak membuang sampah disungai.
3. Mengaktifkan siskamling didaerah rawan banjir dan longsor
4. Meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan balita agar tidak bermain dikuat rumah ketika hujan dan air pasang agat korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor bisa diminimalisir.
5. Bagi pemukiman yang rawan terhadap bencana longsor, agar melaporkan kepada RT/RW untuk diteruskan kepada BPBD Kabupaten/kota setempat guna menyiapkan/mendapat bantuan evajuasi ketempat yang lebih aman.
Acara apel kesiapsiagaan selesai dan di lanjutkan seminar kebencanaan dan beberapa perlombaan terhadap anggota BPBD Provinsi Riau.
