KAMPAR(auranews.id) – Apa yang dikhawatirkan oleh Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kampar akhirnya terjadi. Bukan hanya persoalan kebakaran, akan tetapi terjadinya kebakaran disaat waktu yang bersamaan.
Hal ini ditakutkan oleh Petugas Damkar mengingat kondisi armada pemadam yang sangat memprihatinkan.
Kendati demikian, dengan armada dan perlengkapan seadanya, petugas Damkar turun di dua lokasi kebakaran dengan semangat pantang pulang sebelum padam.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar, Edi Bahrain mengatakan, kebakaran terjadi di dua lokasi pada waktu yang hampir bersamaan.
“Pukul 18.00 wib kami mendapat informasi kebakaran lahan seluas lebih kurang 1 hektar di RT 03 RW 03 Desa Ridan, Kecamatan Bangkinang Kota dan 1 unit armada beserta 5 orang petugas langsung diturunkan ke TKP,” kata Edi kepada auranews.id melalui pesan WhatsApp nya, Selasa malam (9/7/2019).
Berselang 30 menit, Damkar Kampar kembali mendapat informasi kebakaran dibelakang Panti Asuhan Kuok (rumah).
“Disaat petugas berjibaku memadamkan api di Ridan, kebakaran juga terjadi di Kuok. Ya, mau bagaimana lagi, 2 armada yang tidak siap tempur beserta 12 petugas langsung meluncur ke lokasi,” ungkapnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Kuok, namun sijago merah menghanguskan 4 buah rumah petak.
Diakui Edi, dengan kondisi Armada saat ini, sangat membahayakan keselamatan anggotanya jika turun ke lokasi kebakaran. Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Kampar sesegera mungkin mencari solusi terkait kondisi armada Damkar saat ini.***
