Minggu, Mei 3, 2026
BerandaDaerahKerusuhan Pertandingan PSPS Riau Vs PSMS Medan, Udo NBO: Berawal dari Ketidakadilan...

Kerusuhan Pertandingan PSPS Riau Vs PSMS Medan, Udo NBO: Berawal dari Ketidakadilan Wasit

PEKANBARU(Auranews.co.id)- PSMS Medan berhasil mendapatkan 3 point setelah menaklukan tuan rumah PSPS Riau dengan skor 4-3, dalam laga Liga 2 di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis (22/09/2022).

Pada pertandingan itu, PSPS lebih dulu unggul 1 : 0 pada menit 23. Tak berselang lama PSMS berhasil mencetak gol penyeimbang, skor pun berubah menjadi 1 : 1.

Kemudian setelah itu PSMS membalikan keunggulan atas PSPS dengan menambah 1 gol lagi, skor menjadi 1 : 2.

Hujan gol terjadi sepanjang pertandingan berlangsung. Tak hanya sampai di situ, PSMS menambah keunggulannya dengan mencetak 1 gol lagi ke gawang PSPS.

Tetapi pada gol ketiga PSMS tersebut dianggap krusial oleh suporter PSPS yang kemudian memicu kerusuhan di tribun sebelah utara.

Kejadian itu bermula pada waktu serangan PSMS, bola berhasil dihalau oleh barisan pertahanan PSPS, disisi mulut gawang terjadi benturan antara Kiper PSPS dengan penyerang PSMS.

Kiper PSPS tergeletak tumbang, bola sedang play on, bola bergulir di tengah sisi kanan sektor pertahanan PSPS.

Keadaan gawang kosong, kemudian bola ditembakkan oleh pemain PSMS ke gawang PSPS yang sudah dalam keadaan kosong dan akhirnya gol. Wasit mengesahkan gol ketiga ini, akhirnya Pemain PSPS protes, karena menganggap tidak fair.

Dengan adanya kejadian ini, Pengamat, pemerhati, pecinta, penggiat, pemain dan Ketua Omputaka Kampar, Udo NBO kepada media menilai keputusan wasit tidak adil dan tidak fair.

“Apapun alasan kiper, katakan buat akal, kewajiban wasit adalah menyelamatkan keselamatan pemain,” ujar Udo NBO.

Dikatakannya, gol itu mestinya dibatalkan.

Dalam pengamatan Udo NBO, posisi wasit memang menyamping, semestinya wasit tengah konsultasi kepada asisten wasit untuk minta keterangan apa yang terjadi,” tegas Udo NBO.

Disampaikannya, semestinya asisten wasit angkat bendera untuk menginfokan ada kiper yang tumbang dalam durasi waktu yang cukup lama.

Kemudian setelah terjadi kerusuhan tersebut, pertandingan dilanjutkan kembali. PSMS lagi-lagi menambah gol nya, kedudukan menjadi 1:4.

Kemudian, kelompok Supporter khusus PSPS Curva Nord 1956 protes dan melakukan aksi dengan membakar flare dan membakar kursi tribun.

Kursi-kursi tribun tersebut dibakar dan dilemparkan ke arah lapangan, Keadaan jadi tidak terkendali. Aparat kepolisian tidak sebanding dengan jumlah supporter yang mengamuk.

Kemudian, pertandingan dihentikan sementara sekitar 15 menit. Personil kepolisian didatangkan dengan jumlah yang lebih besar.

Menit ke-72, PSPS bisa membalas satu gol. Kali ini melalui sepakan Engelberd Sani. Bola sepakannya dari ujung kotak penalti menembus pojok kanan bawah gawang PSMS. 2-4!

PSPS kemudian terus berusaha keras menyamakan skor. Namun mereka cuma bisa menambah satu gol saja melalui eksekusi penalti Alif Jaelani.

Namun setelah mencetak gol tersebut, pertandingan berakhir. PSPS Riau pun kalah 3-4 dari PSMS Medan.

Udo NBO menyampaikan kekesalannya terhadap wasit pertandingan tersebut dan Udo NBO berharap Panitia Liga 2 harus lebih selektif serta Pertandingan Liga 2 harus dipimpin oleh wasit profesional.(***)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments