BANGKINANGKOTA(AuraNEWS.co.id) — Bersempena dengan peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) melauncing Buku Antologi Bersama yang ke-III “93 Penyair Membaca Ibu” dari perwakilan 34 Provinsi yang ada di Indonesia, Rabu (22/12/2021)
Peluncuran Buku Antologi Bersama ke-III “93 Penyair Membaca Ibu” yang di inisiasi oleh TISI disambut baik dan diapresiasi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang.
“Diharapkan buku ’93 Penyair Membaca Ibu’ dapat menginspirasi serta mendorong lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam pemberdayaan perempuan sehingga akan lahir lebih banyak lagi para Ibu bangsa yang berkiprah untuk dirinya, untuk mengoptimalkan kualitas dan membangun karakter generasi penerus bangsa, untuk menjaga lingkungan sekitarnya, dan untuk membangun tanah air tercinta. Perempuan berbudaya, Indonesia maju!” Demikian dikatakan oleh Menteri PPPA.
Amalia Isma Adeliani Harahap yang merupakan salah seorang penyair yang mewakili Provinsi Riau kepada AuraNEWS.co.id melalui pesan WhatsApp, mengatakan,” “Alhamdulillah saya sangat bersyukur, itu yang utama. Saya ini masih dalam tahap belajar, bukan seperti orang-orang hebat yang berada di sana. Senior yang telah banyak melahirkan karya. Saya juga merasa sangat bahagia karena kegiatan ini disambut baik oleh Menteri Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta beberapa tokoh penting lainnya,” ungkap dara manis kelahiran Sei Rumbia, Sumatera Utara, 13 Desember 1997.
“Jujur, pada awalnya membuat saya minder sewaktu terpilih mewakili penyair dari Riau. Namun, saya semangat lagi karena memegang teguh prinsip ‘orang bisa, saya harus lebih bisa.’ Dan ini sebuah kesempatan, belum tentu saya bisa seperti ini lagi. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik,” ungkap Amalia dengan jujur.
“Di group ’93 Penyair Membaca Ibu’, mereka ternyata tidak sombong, malah ada sebagian membantu saya untuk terus belajar di dunia sastra.
Saya semakin termotivasi berkarya, meskipun juga harus membagi waktu dengan pekerjaan di dunia nyata. Jujur, ini sebagian mimpi sederhana saya sedari dulu, dan tidak akan pernah saya lupakan. Terima kasih banyak 93 Penyair Membaca Indonesia,” terang Amalia yang merupakan buah cinta dari pasangan Ali Muddin Harahap dan Suryani Siregar, S.Pdi.
Ada dua buah karya Amalia Isma Adeliani Harahap yang diterbitkan dalam Buku Antologi Bersama ’93 Penyair Membaca Ibu’ yakni ‘Asetmu Sudah Kau Jual’ Kode: Ibu Pertiwi dan ‘Rantai Pendidikan’ Kode: Ibu yang melahirkan.

Saat ini Amalia berdomisili di Tapung Hilir, Kabupaten Kampar Riau. Sedang bekerja di kesehatan. Apotek Alkhair Kotagaro.
Amalia, mencintai sastra sejak di bangku Sekolah Dasar, tampil dari panggung ke panggung.
Tahun 2020 mulai menjatuhkan hati masuk dunia sastra dengan menulis puisi dan beberapa cerpen. Penulis disapa akrab dengan sebutan “Nyonya Marsinah.”
Amalia hobi membaca, berpentas sejak kecil dan memasak serta traveling. Juga sering berpartisipasi menciptakan karya di Bumi Pertiwi. Seperti ; Cocor Bebek (Amor Tringulo, 2020), Antologi Yang Tersisa Tentang Aksara (Jendela Sastra Indonesia, 2020), Tentang Rasa (Anindita Publisher), Lafadz Setetes Embun (Asharinz Media, 2021), Goresan Aksara Renjana (Pelangi Media 2020),
SAJAK Masa Lalu ( Puasifa Published).
Amalia sangat suka tantangan. Terlebih berlomba-lomba di dalam suatu event, bertemu dengan penyair hebat di seluruh Indonesia. Suka mengumpulkan prestasi dari berbagai sumber dan siapapun pesaingnya.
Pencapaian prestasi teristimewa bagi Amalia; JUARA 1 TOP ONE INDONESIAN POET IDOL (Ajang pencarian bakat sastra bergengsi 2021, Perwakilan dari Riau) EGANS FAMILY dan beberapa penerbit lainnya.
POPULER karya “Marsinah si Lacur Negeri” 2020- 2021 dan diakui oleh sastrawan Indonesia.
Lolos dan masuk sebagai Penyair dari 93 Penyair Membaca Indonesia/ IBU dari 34 provinsi mewakili. Salah satu anak muda yang masih pemula berada di sana, di antara sastrawan tanah air.
Selain berkarya, Amalia juga masih menulis di platform seperti ; Wattpad.
Sekarang sedang menyusun antologi puisi “Di Riau Aku Berpuisi”. Semoga di masa yang akan datang, Amalia bisa menjadi sukses dan kreatif.(***/FAi)
