HomeDaerahSekuncup Harapan Masyarakat Suku Petalangan Terhadap Roda Industri

Sekuncup Harapan Masyarakat Suku Petalangan Terhadap Roda Industri

PELALAWAN(Auranews.co.id) – Setiap insan pasti mempunyai harapan terhadap sesuatu di Negerinya. Begitu juga Suku Petalangan di Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Mereka mempunyai harapan terhadap Kemajuan yang lebih baik agar mampu bersaing di era global seperti sekarang ini dan generasi muda anak kemanakan dapat menjadi penerus bangsa sehingga mampu membangun Pelalawan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Desa ini berjarak sekitar 30 Km dari Tugu Equator ke arah Kota Sorek Satu atau sekitar 58 Km dari Kota Pangkalan Kerinci sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan, masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Pangkalan Kuras. Desa Betung merupakan desa yang penduduk aslinya terdiri dari Masyarakat Adat Petalangan. Di sini dapat ditemui aneka ragam seni budaya asli Petalangan yang masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat setempat.

Hal itu tampak dari berbagai Upacara Adat Masyarakat Petalangan yang sering digelar seperti Upacara Pengobatan Tradisional yang dikenal dengan Belian, Bedewo, Nyanyian Panjang, Atraksi Silat Payung, Menumbai Madu atau prosesi menaiki pohon sialang untuk mengambil madu.

Foto bersama Ninik mamak Persukuan Adat Petalangan

Orang Petalangan juga sering disebut sebagai orang Talang yang berarti “orang bambu”. Nama ini berasal dari kebiasaan nenek-moyang mereka mengambil air sungai dengan menggunakan buluh talang, sehingga kemudian mereka disebut “Orang Talang”, dan keseluruhan`puaknya disebut “Orang Petalangan”.

Mesin raksasa datang menghampiri heningnya hutan rimba Petalangan. Kesunyian berubah jadi suara bising dan jeritan ketakutan. Satu gerakan sudah mengoyak lebar celah kawasan dan ada ribuan gerak yang akan meretakan hutan. Anak burung nampak pucat ketakutan.

Sekuncup Harapan Masyarakat Adat Petalangan

Dalam sekuncup harapan Suku Petalangan yang ingin mereka rasakan dalam kemajuan anak kemanakan nya di era milenial saat ini.Tentunya Masyarakat Petalangan ingin menjadikan daerahnya menjadi daerah yang maju.

 Pemangku Adat Tungkat Monti Raja Suku Petalangan, Aris,S.Pd.I juga menyampaikan bahwa ninik mamak Suku Petalangan ingin perusahaan Industri terpadu dapat membatu kegiatan-kegiatan adat istiadat dalam kampung mau pun di luar kampung.

“Dalam hal ini kami selaku ninik mamak dalam segi adat tentunya ingin perusahaan juga memperihatikan keberadaan suku Petalangan serta bisa membantu masyarakat Adat Petalangan yang ekonomi sulit,” Pungkas Tungkat Monti Raja.

Tak sampai disitu, Ia juga menyarankan terhadap perusahan industri agar lebih antusias dalam berbagai acara adat istiadat  dan pemberdayaan masyarakat budaya Melayu Petalangan agar budaya ini tidak tergerus oleh zaman.

Sementara itu, Kepala Desa Betung, Darman SE  menyampaikan bahwa Pemerintah Desa berharap dengan adanya perusahaan Industri Terpadu dapat tingkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap agar perusahaan-perusahaan industri yang berdampingan dengan Desa Betung ikut serta terlibat dalam kegiatan masyarakat dan membantu dengan program perusahaan melalui CSR untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” Ujar  Darman kepada Auranews.co.id, Jum’at pagi  (10/12/2021).

 Kemudian salah seorang  kaum milenial terbaik, Robi Armilus, Ia mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi saat ini, budaya Suku Petalangan terancam eksistensinya. Hal ini dikarenakan tidak adanya upaya untuk merevitalisasi budaya Petalangan.

“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Suku Petalangan dengan merevitalisasi adat istiadat, tradisi dan budaya Suku Petalangan, serta suku lain yang ada di Riau khususnya dan Indonesia umumnya. Kebhinnekaan akan terawat dengan baik jika masing masing-masing suku mampu menjaga dan merawat budayanya,” terang Robi. 

Dalam hal ini tentunya seluruh elemen masyarakat Adat Melayu Petalangan ingin dipandang dan diperhatikan juga. Tak hanya itu, Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di lingkungan industri tidak punya pekerjaan, kehidupan dan rumah tergolong tidak layak huni. Di sisi lain, positifnya dengan adanya perusahaan Industri Terpadu tentu bisa membuka lapangan kerja bagi putra putri daerah terkhusus Kabupaten Pelalawan dan ini bisa mengurangi angka pengangguran, angka kemiskinan dan taraf perekonomian masyarakat bisa berjalan. Dengan perhatian perusahaan untuk mempekerjakan asal putra putri daerah maka akan menghilangkan image yang sering muncul di tengah masyarakat. Jadi, pemerintah harus memberikan peluang kerja kepada warganya sesuai dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.

Tak sampai disitu, diperlukan juga upaya untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Pertumbuhan kesejahteraan masyarakat pun di berbagai daerah industri terpadu harus lebih digiatkan untuk pengembangan masyarakat. Namun, perusahaan industri terpadu belum terlalu melihat jauh tentang keberadaan hal seperti ini dan belum sepenuhnya juga menyentuh program-program usaha kesejahteraan sosial yang menjadi harapan masyarakat.

Peran dan Secercah Perjalanan Cinta RAPP dengan Pemerintah Daerah Pelalawan

 Berbagai usaha kontribusi RAPP dengan Pemda Pelalawan pun dilakukan,  pada hal ini Bupati Pelalawan H.Zukri memberikan apresiasi kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap program Desa Bebas Api sebagai bentuk upaya pencegahan dini karhutla. Menurutnya adanya program ini RAPP telah membantu pemerintah daerah dalam penggulangan karhutla dan mewujudkan Pelalawan Bebas Api.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan H.Zukri dalam acara hibrid penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 Desa se Kabupaten Pelalawan. Ia berharap desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan.

Selain itu ada pula, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) meluncurkan program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) di Kabupaten Pelalawan. Program ini merupakan inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini. Adapun aksi aksi nyata dari segi kesehatan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat lainnya.

Tak hanya itu saja, berbagai aksi nyata pun banyak dilakukan PT RAPP kepada Pemerintah Daerah Pelalawan. Tentunya Provinsi Riau sangat bersyukur sekali memiliki perusahaan Industri Terpadu ini didaerahnya terkhusus Kabupaten Pelalawan.

Kontributor : M. Rio Aldo

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments