Jumat, Mei 1, 2026
BerandaDaerahKolaborasi dan Harmoni Kemitraan Perusahaan Raksasa RAPP dengan Kabupaten Pelalawan

Kolaborasi dan Harmoni Kemitraan Perusahaan Raksasa RAPP dengan Kabupaten Pelalawan

PELALAWAN(Auranews.co.id) – Pembangunan di sektor industri telah mampu memberikan sumbangan yang sangat berarti yaitu memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat seperti terbukanya kesempatan kerja, terbukanya isolasi daerah tersebut dengan dunia luar dan pembangunan bidang pendidikan. Kegiatan industri pada suatu daerah akan memicu munculnya kawasan integrasi industri baru seperti halnya di Provinsi Riau yang dikenal dengan kawasan PEKANSIKAWAN (Pekanbaru Siak, Kampar dan Pelalawan). Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu wilayah integrasi tersebut, dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) merupakan industri yang terletak di Kecamatan Pangkalan Kerinci dan merupakan pusat kota dari Kabupaten Pelalawan.

Tentunya persepsi masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci terhadap dampak dari kegiatan industri PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Dampak yang  meliputi dampak fisik dan sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan masyarakat setempat  bahwa presepsi dari masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci menyebutkan dampak positif yang signifikan telah mereka rasakan dari kegiatan industri PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) yaitu dampak perubahan fisik dan dampak sosial ekonomi berupa pendapatan dan pekerjaan. Dampak tersebut dapat disimpulkan dirasakan secara merata hampir di seluruh kelurahan pada kecamatan.

Perusahaan sebesar RAPP tentunya memiliki misi dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta membantu Pemerintah Daerah dalam mewujudkan visi misi Pelalawan Maju 2026. Pada hal ini, Bupati Pelalawan H.Zukri memberikan apresiasi kepada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terhadap program Desa Bebas Api sebagai bentuk upaya pencegahan dini karhutla. Menurutnya adanya program ini RAPP telah membantu pemerintah daerah dalam penggulangan karhutla dan mewujudkan Pelalawan Bebas Api.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan H.Zukri dalam acara hibrid penandatanganan kerjasama Program Desa Bebas Api antara PT RAPP dengan 15 Desa se Kabupaten Pelalawan. PT Riau Andalan Pulp and Paper  yang merupakan bagian dari Grup APRIL meluncurkan program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) di Kabupaten Pelalawan. Program ini merupakan inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus edukasi dan pemberdayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 ini.

Program inovasi holistik grup APRIL sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada Tahun 2021 ini, sebanyak 17 desa dari Kabupaten Pelalawan dan Siak yang turut andil dan berkomitmen untuk menjaga wilayahnya dari karhutla. H.Zukri menambahkan mayoritas desa yang ikut program desa bebas api ini berada di kawasan gambut yang cukup luas dan rawan untuk terjadinya karhutla. Jadi saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh RAPP yang mengajak desa-desa untuk mencegah karhutla.

Ia berharap desa-desa peraih penghargaan dapat memanfaatkan bonusnya dengan baik dan disisihkan untuk peralatan pemadam serta pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai ujung tombak desa di lapangan.

“Para kepala desa harus bisa memetakan wilayahnya, mana lahan gambut tidur dan mana yang berpotensi kebakaran. Jadi kita tidak lagi bicara penanganan atau pemadaman, melainkan pencegahan dengan pemetaan risiko. Walaupun terjadi kebakaran, lebih cepat ditanggulangi. Jangan sampai gara-gara karhutla ini, selain lingkungan rusak, ekonomi kita pun bisa hancur dibuatnya,” tegas Bupati.

Selain itu, Direktur PT RAPP Mulia Nauli menjelaskan sejak diluncurkan Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program/ FFVP berhasil menurunkan tingkat karhutla dari 4.279 hektar pada tahun 2013 menjadi 22 hektar pada tahun 2020 di desa-desa peserta program Desa Bebas Api. Capaian ini, kata Mulia, berkat kerjasama dan peran serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.

“Hingga hari ini RAPP telah bermitra dengan 39 desa di 5 Kabupaten di Provinsi Riau, mencakup total wilayah sekitar 803.684 hektar. Untuk kabupaten Pelalawan sebanyak 18 Desa sudah mengikuti Program Desa Bebas Api,” jelas Mulia.

Program Desa Bebas Api, lanjut Mulia, memiliki lima elemen sebagai strategi untuk mewujudkan “zero fire” antara lain penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan Crew Leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar, serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di tujuh lokasi.

Pemandangan aerial lahan konsesi Grup
APRIL yang terlihat asri ditumbuhi poon eukaliptus.

Ada pula kala itu Kegiatan yang juga mendapat apresiasi dari Bupati Pelalawan, H Zukri Misran. Ia mengatakan kegiatan RGE Founders Day 2021 ini merupakan salah satu bentuk kepedulian di antara sesama yang membawa manfaat bagi masyarakat di Pelalawan terutama di Desa Kuala Terusan. Sumbangan yang dikumpulkan para karyawan PT RAPP dan APR juga sangat membantu masyarakat di kala pandemi Covid-19.

“Atas nama pemerintah kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi PT RAPP bagi kemajuan perekonomian di Pelalawan, apalagi baru-baru ini Kabupaten Pelalawan dan PT RAPP mendapat penghargaan sebagai satu-satunya kabupaten dan perusahaan dengan investasi paling tinggi di Riau,” kata Zukri.

Sementara itu, Mill Operations Support Director, Mhd Ali Shabri mengatakan RGE Founders Day memberikan kesempatan para karyawan untuk berbagi terhadap sesama melalui aktifitas penggalangan dana. Dana yang terkumpul kemudian dilipatkan gandakan oleh perusahaan sebesar tiga kali lipat dan digunakan untuk bantuan sembako untuk masyarakat.

Pesan dan Harapan Pemerintah Pusat Terhadap Industri Terpadu Pulp, Paper dan Rayon di Daerah

Kehadiran industri pulp larut dan industri di Riau diharapkan dapat mensubstitusi kebutuhan impor di sektor tekstil. Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian Edy Sutopo mengatakan saat ini kebutuhan pulp larut atau dissolving pulp mencapai 400.000 ton hingga 500.000 ton per tahun dipenuhi seluruhnya dari impor.

“Dengan demikian apabila proyek dissolving pulp dan rayon di Riau oleh PT. Asia Pulp Rayon dengan kapasitas 350.000 ton per tahun tersebut beroperasi, maka akan terjadi penghematan devisa dan memperkuat struktur industri tekstil dan produk tekstil nasional,” kata Edy.

Kementerian Perindustrian mencatat pulp dan kertas menjadi lima besar penopang ekspor. Pada 2017, besaran kontribusi industri pulp dan kertas Rp84 triliun. Sementara itu Kementerian Perindustrian mencatat kinerja cemerlang untuk industri pulp dan kertas kendati sepanjang 2020 perekonomian terkontraksi 2,07 persen. Salah satunya dari kinerja ekspor untuk kertas dan barang kertas tahun lalu berhasil mencapai US$6,83 miliar dengan porsi 5,2 persen terhadap ekspor pengolahan non-migas. Tahun lalu industri ini juga menyumbang 3,9 persen PDB.

Kontributor : M. Rio Aldo

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments