Dewasa ini kita tengah dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19. Situasi Pandemi sendiri sudah berjalan hampir 2 tahun di indonesia.
Segala hal dilakukan serba virtual seperti belajar, bekerja dan meeting. Begitu juga di dunia perkuliahan, KKN balik kampung (BK) menjadi solusi di masa pandemi untuk mahasiswa yang biasanya melakukan KKN Reguler, namun terhambat karena Pandemi.
Universitas Riau 2 tahun terakhir masih menetapkan KKN Balek kampung sebagai solusi di masa seperti sekarang ini.
Mahasiswa kuliah kerja nyata Universitas Riau 2021 yang berada di desa Bukit Payung kecamatan Bangkinang melaksanakan beberapa program kerja.
Satu diantaranya yaitu Pembuatan pupuk kompos. Berdasarkan Hasil survey, penduduk desa bukit payung 80% berprofesi sebagai petani.
Maka dari pada itu Pembuatan pupuk kompos ini nantinya akan diberikan kepada para petani guna untuk meningkatkan mutu Pertanian di desa tersebut.
Pembuatan pupuk kompos ini dilakukan langsung oleh Tim kukerta dan memerlukan waktu kurang lebih satu bulan.

Beberapa bahan dasar pembuatan pupuk kompos tersebut adalah ampas tebu, batang pisang, sisa bengkoang dan dedaunan.
Setelah pengamatan selama 1 bulan barulah pupuk kompos siap produksi dan segera diberikan kepada para petani.
Kegiatan pemberian pupuk kompos dilakukan di desa bukit payung dusun Ringin Sari.
Tak hanya pemberian pupuk kompos, para petani juga diberi tayangan video dimana di dalam video tersebut diberi penjelasan mengenai langkah pembuatan pupuk kompos tersebut.
Kegiatan ini mendaat support dari kepala desa pada saat sosialiasi program kerja.
Beliau mengatakan “ Kegiatan pembuatan dan pemberian pupuk kompos ini diharapkan memang terealisasikan, saya sendiri ikut senang dan mendukung kegiatan ini karena kita tahu bahwa masyarakat desa bukit payung sebagian besar berprofesi sebagai petani”, Ujar beliau.
Ketua pelaksana yakni saudara filippo mengatakan “ Semoga program unggulan kita yaitu pupuk kompos ini dapat bermanfaat untuk para petani di desa bukit payung dan hasil panen menjadi meningkat”, Ujar beliau.
Penulis: Aisyah
