BANGKINANGKOTA(auranews.co.id) – Puluhan Massa yang tergabung Warga Desa Ganting, Kecamatan Salo menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Kabupaten Kampar. Puluhan massa tersebut mulai berunjuk rasa pukul 10:00 WIB, Rabu (23/9/2020).
Dari pantauan dilokasi, warga menyerukan “Pecat Kades Ganting” dengan beberapa spanduk yang dibentangkan dan keranda mini.
Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi demo, Hafis mengatakan kepada wartawan “kami mempunyai tujuh tuntutan, pertama meminta kepada Pemerintah daerah untuk memecat Kades Ganting. Kedua, tolong stop monopoli kekuasaan di Desa Ganting. Ketiga, usut pungli yang dilakukan oleh kades selama satu tahun ini. Keempat, Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tidak tepat sasaran dan penerima ganda agar segera di perbaiki. kelima, bantuan rehap rumah yang tidak tepat guna dan efektif karena dana rehap rumah ini dilaksanakan oleh suami kepala desa,” Ujarnya.
Kemudian Ia menerangkan terkait BUMdes yang tidak transparan ” Pengelolaan bumdes yang korup dan tidak transparan. Nah, ini jelas, Kades pun telah mengakui bahwa mamang bumdes ini mengalami kerugian. Yang kami pertanyakan, siapa yang bertanggung jawab tentang kerugian ini ? Karna selama ini pengelolaan nya tanpa ada musyawarah,” ucap Hafis.
Terakhir, Hafis menjelaskan “penunjukan Sekretaris Desa dan Kepala Dusun yang tidak sesuai aturan. Untuk pejabat desa kan sudah ada regulasi yang mengatur. Selama ini semuanya hanya setiingan kades. Tentunya settingan pasti tertutup,” Tegasnya.
Setelah berlangsungnya orasi di depan Kantor Bupati tersebut, tampak perwakilan dari massa bergerak menuju kedalam Kantor Bupati melaporkan tuntutannya.
Saat ini massa telah membubarkan diri dari area unjuk rasa.***
