BANGKINANGKOTA(auranews.co.id) – Terkait siapa sosok yang pantas dan layak memimpin Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kampar kedepan memang menjadi perbincangan hangat untuk dibahas.
Mantan Ketua Koordinator Wilayah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kampar Hendri, SH.MH ikut angkat bicara mengenai sosok pemimpin di KONI Kampar kedepan.
Dijelaskan Hendri, kondisi KONI Kampar ini tentu menjadi isu yang sangat menjadi perhatian seluruh insan olahraga. “Saya sangat menyambut positive sekali dengan bermunculnya figur calon ketua KONI Kampar yang hangat dibicarakan di berbagai media,” ujar Ketua Harian Pengurus IMI Provinsi Riau ini saat ditemui secara ekslusif di Cafe Ray Bangkinang, Jalan H Agussalim, Bangkinang Kota, Kelurahan Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, Senin (07/09/2020) malam, kemarin.
Ditegaskannya, ini menandakan betapa besar semangat para calon pemimpin KONI Kampar kedepan dalam memajukan olahraga dan mencetak lahirnya para atlit-atlit berprestasi di Bumi Serambi Mekkah kedepannya.
Ketika ditanya mengenai bagaimana anda mengukur prestasi pemimpin KONI kedepan?
Hendri menjabarkan bahwa KONI sebagai wadah nya para atlit yang tergabung dalam 27 cabor ada didalam KONI tersebut. “Maka, ketua KONI dan jajaran harus lah fokus dalam pembinaan atlit yang tergabung di dalam 27 cabor tersebut,” sentilnya.
Ia berharap, oleh karnanya untuk mewujudkan hal tersebut, ketua KONI yang terpilih nanti beserta jajarannya orang yang mencintai olah raga tanpa tendensi lain.
“Karna tolak ukur keberhasilan ketua KONI dan jajarannya nanti adalah dengan prestasi yang diraih oleh atlit. Bagaimana menciptakan prestasi dari atlit-atlit yang tergabung di 27 cabor tersebut. Dengan adanya prestasi itulah dapat dibangakan baik di skala nasional maupun international,” tegasnya pemilik objek wisata Henferland desa Binamang, kecamatan XIII Koto Kampar.
Hendri menambahkan, namun ada hal lain juga yang menjadi pekerjaan rumah bagi ketua KONI terpilih nanti nya.
“Kita menyadari dalam setiap event baik skala lokal maupun nasional, seperti Porprov pastilah setiap KONI yang ada di indonesia berlomba untuk menjadi yang terdepan dengan cara apapun seperti import atlit,” kata Hendri dengan gamblang.
Lanjut Hendri, inilah hal yang menurut saya salah satu faktor kegagalan seorang pemimpin baik KONI maupun cabornya di prestasi mungkin unggul, tapi di pembinaan tidak berjalan maksimal karna gagal menciptakan atlit lokal untuk berprestasi.
“Karna keberhasilan pemimpin KONI dan jajaran nya adalah prestasi yang membanggakan daerah dengan prestasi yang diciptakan oleh atlit daerah tersebut,” kata Hendri lagi.
Hendri pun menegaskan, oleh karnanya ini perlu pembinaan yang terukur. “KONI kedepan harus aktif top bottom yang harus dilakukan bukan bottom up, karena sebanyak 27 cabor yang akan dibina,” tegas Hendri.
Dikatakan Hendri, untuk mewujudkan itu semua, tentu sangat memerlukan power yang bersangkutan sangat besar dan konsentrasi yang maksimal dalam menjalankan organisasi ini untuk berprestasi
“Bahtera KONI ini juga tidak hanya ketua KONI nya saja yang fokus, tapi juga harus di dudukung oleh jajaran nya. Itu karna organisasi ini adalah kerja team, bukan kerja dan tanggungjawab ketua saja,” sebut Hendri.
Ia berharap, oleh karnanya sumber daya manusia yang ada pada struktur di KONI tersebut haruslah mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan siap mengabdi dirinya dengan ikhlas untuk kemajuan olahraga tanpa tendensi lain.***
