BANGKINANG KOTA -(auranews.co.id)- Para petani padi di Kecamatan Bangkinang mengeluhkan berbagai persoalan dalam “berdinas” menjaga pasokan beras daerah. Persoalan-persoalan itu selain berpotensi merugikan mereka tentu saja akan mengganggu produksi padi daerah ini.
Hal itu terungkap saat Repol, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar turun ke Teratak, Kelurahan Pasir Sialang, Rabu (19/8/2029).
Salah seorang petani disana, Herman mengaku bertani selain bergelimang lumpur, diterpa terik matahari serta memporsir tenaga, kini mereka juga dihantui oleh hadangan berbagai macam hama. Dan hama yang paling besar mengancam tanaman mereka saat ini adalah hama tikus.
Untuk itu dia berharap, pemerintah dapat membantu mereka mengantisipasi hama hama yang mengancam tanaman padi.
“Bantu kami melawan tikus yang menyerang padi-padi kami. Sudah kami upayakan pakai tangan, mencari lubang tikusnya. Tapi tidak ketemu,” sahut salah seorang petani lain yang hadir dalam kunjungan politisi asal Kampar Kiri itu.
Selain itu, para petani juga mengaku suplai air bagi padi-padi mereka juga terganggu. Berbagai faktor jadi penyebab. Mulai dari saluran irigasi yang bermasalah hingga curah hujan yang amat minim beberap bulan ini.
Repol di hadapan petani mengaku akan menampung aspirasi mereka dan akan ia tindaklanjuti keluhan para petani kepada Dinas Pertanian dan Dinas PU Kabupaten Kampar.
Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar memang sejak lama telah dikenal sebagai kecamatan penghasil padi. Di Kecamatan ini terdapat hamparan padi yang cukup luas. Luas sawah disini hampir lebih kurang 500 hektar. Lahan seluas itu adalah lahan sawah milik rakyat.
Jika tanaman padi rakyat disini tergangu, tentu saja akan menggangu produksi beras daerah. (moreno)
