SALO(auranews.co.id) – Setiap tahun setelah Lebaran tradisi Religi Hari Raya Enam di lakukan oleh masyarakat Salo Timur,Kecamatan Salo,Kabupaten Kampar setelah lebaran. Kegiatan ziarah kubur atau biasa masyarakat Salo Timur menyebut kegiatan ini dengan Aghi Ghayo Onam atau Hari Raya Enam.
Dengan di terapkannya New Normal Kabupaten Kampar sehingga seluruh masyarakat kabupaten Kampar di izinkan oleh bupati H. Catur Sugeng Susanto SH untuk melaksanakan ziarah kubur dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
Hari Raya Enam ini dimulai dengan ziarah kubur, makanya disebut juga dengan Aghi Ghayo Zorah atau Hari Raya Ziarah. Hampir setiap dusun ataupun desa di kabupaten Kampar melakukannya secara turun temurun, dengan berziarah secara berkelompok yang jumlahnya mencapai ratusan orang.
Begitu pun di desa Salo Timur menjadikan tempat silahturahmi dengan kerabat, teman dan berkenalan juga dilakukan masyarakat Salo Timur. Disebut dengan enam karena sebelum itu sebagian masyarakat menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari berturut-turut usai Ramadan. Minggu, 31 Mei 2020.
Sekitar pukul 06.30 WIB, satu per satu warga di Salo Timur keluar dari rumahnya, khususnya kaum laki-laki berkumpul di surau Al-Yaqin sebelum menuju ke pemakaman.
Rombongan peziarah kubur langsung dibuka oleh kepala desa Salo Timur H. Tukiran. Dalam pembukaannya menyampaikan “Tradisi Hari Raya Ziarah Kubur sudah berlangsung sejak lama hingga kini. jadi, kita harus melestarikan tradisi religi Aghi Ghayo Onam atau Hari Raya Enam ini”ujarnya.
Di masa pendemi covid-19 kepala desa Salo Timur mengingatkan”dalam rangka pencegahahan Covid-19, selalu menggunakan masker, tetap jaga jarak dan mencuci tangan sebelum berangkat menuju TPU-TPU yang akan di ziarahi nantinya”tambah kepala desa Salo Timur.
Ada empat Tempat Pemakaman umum(TPU) yang akan di ziarahi oleh rombongan peziarah. Ratusan orang berkumpul seraya berdoa untuk almarhum dan almarhumah yang telah pergi menduhului. Doa pun dipandu beberapa ustadz yang sudah ditunjuk jauh hari sebelumnya, awalnya rombongan peziarah kubur berangkat menuju salah satu TPU dt. Jangguik yang berada di depan pos kesehatan asrama batalyon 132/BS. Setelah berdoa, rombongan ini melanjutkan ke TPU lainnya.
Di TPU kedua bernama TPU Kubang yang berada di tepi Jl. Prof M. Yamin. Tempat ketiga TPU Limbutuong desa Salo Timur dan TPU ke empat atau yang terakhir TPU melayu dt. Paduko berada di belakang MTS Darul Falah Salo Timur.
Kepala desa Salo Timur H.Tukiran menyampaikan kepada awak media “kegiatan ziarah kubur ini agar memberikan kesejukan dan ketenangan kepada almarhum dan almarhumah yang telah mendahului kita, dengan doa kita semoga ALLAH SWT menjabah doa-doa kita semua” ujarnya.
Ia juga menambahkan “dalam rangka pencegaham Virus Corona kita menghindari himbauan Bupati Kampar untuk menjaga jarak, untuk itu kita tahun ini tidak mengadakan makan bajambau seperti tahun-tahun sebelumnya” tutupnya
Dalam perayaan hari raya enam tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pendemi Corona Virus Disease(Covid-19). Biasanya ada kegiatan setelah ziarah kubur yang biasa disebut masyarakat Salo Timur makan “bajambau” dan ada juga disore harinya dimeriahkan dengan permainan hiburan lainnya.(rio)
