Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaDaerahDituding Beking PT. KAP, Tony Hidayat Ceritakan Kronologis Sebenarnya

Dituding Beking PT. KAP, Tony Hidayat Ceritakan Kronologis Sebenarnya

KAMPAR(auranews.co.id) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Tony Hidayat dituding membekingi PT. Kencana Agro Persada (KAP). Tudingan ini muncul pasca dirinya berkunjung ke Perusahan tersebut atas permintaan pemilik perusahaan beberapa waktu lalu setelah Sidak yang dilakukan oleh Repol, SAg.

“Ini yang perlu diluruskan, saya ke PT. KAP bukan dalam rangka Sidak akan tetapi diminta oleh pemilik perusahaan untuk melihat apa betul limbah perusahaannya mencemari sungai Tapung dan Pemilik perusaahan ini merupakan sahabat saya,” kata Tony kepada auranews.co.id, Selasa (14/4/2020).

Ia menceritakan, awalnya ia memang berniat ke Tapung dengan rencana mengunjungi atau memonitoring Puskesmas Tapung. Dalam perjalanan ke tapung, Tony mengaku mendapat telpon dari pemilik PT. KAP, Hermanto.

“Untuk buktinya, silahkan tanya sama si Kapus, apakah saya kesana untuk melakukan monitoring atau tidak, Silahkan tanya,” kata Tony.

Dikarenakan nomor Hermanto ini baru, Tony awalnya kaget. “Bang izin, saya Hermanto, sahabat abg lama, awalnya abang kaget lalu Abang tanya siapa ini. Manto bg, jawab dia.

“Waktu kita kongkow-kongkow di Jakarta. Hermanto. Dia ngingatkan abang. Ooo iya bos, abg mengenal dia sebagai pengusaha. Iya kenapa bos,” kata Tony.

“Bang izin bang, aku punya pabrik,” kata Tony meniru ucapan Hermanto.

“Pabrik apa?”

“Pabrik PKS di Kampar,  nama nya PT. KAP. Jadi bang, perusahaan aku di Sidak dan disebut mencemari lingkungan,” ucap Hermanto.

“Punya siapa PT ini” tanya Tony ke Hermanto.

“Aku bang, punya aku bang”kata dia.

“Itu ngapain kau investasi di Kampar saya tidak tahu,” ucap Tony ke Hermanto

“Maaf bg siap salah siap salah,” jawab Hermanto.

Pada saat itu juga, Tony menanyakan kepada Hermanto siapa yang sudah melakukan Sidak ke PT. KAP sebab dirinya belum ada mendapat berita tentang hal ini.

“Siapa yang Sidak ? Tanya Tony.

“Rekan kerja abang juga, namanya Repol,” kata Tony meniru ucapan Hermanto.

Saat percakapan itu, Hermanto meminta Tony untuk mengecek kebenaran informasi itu sebab Hermanto lagi berada di Medan karena lockdown covid-19.

“Jadi, intinya saya diminta untuk melihat sistem limbah PT. KAP. Benar atau tidak sistemnya. Kalau emang yang salah itu anak buah aku, aku pecat bang. Mulai dari manager nya sampai kepala pabriknya, aku pecatin. Tapi aku ingin dapat laporan dari abang, karna aku kenal abang,” ucap Tony meniru perkataan Hermanto.

Singkat cerita, Tony ke Puskesmas Tapung melakukan monitoring penanganan covid-19. Setelah dari Puskesmas, ia singgah ke PT KAP itu.

“Kalo abang mau back-up perusahaan tersebut ngapain abang pakai BM 8 di situ terang-terangan dinda,” katanya.

Setelah sampai di perusahaan tersebut, Tony ditemani kepala pabrik Wagino. Ia langsung menyambut Tony dan menyediakan satu sepatu bot.

“Saya kesini mau melihat limbah kalian. Langsung saja, dimana tempat limbah kalian dan dia langsung mengajak abang kebelakang dan jalannya cukup jauh. Apalagi lumpurnya tebal, sampai sepatu bot terbenam dan akhirnya abang liatlah limbah mereka,” kata Tony.

Berikut percakapan Tony (T) dengan Wagino (W),

W – Ini pak, kolamnya ada 4, yang ke 5 lagi di proses.
T – Berapa kolam kalian semua ?
W – 10 pak
T – Mana kesepuluhnya ?
W – Belum selesai pak.
T – Lalu kemana buangan kalian ?
W – Ini ke kolam satu pak. Lalu masuk ke kolam dua dan penuh lalu kolam tiga juga penuh dan kolam 4 belum penuh.
Kami sudah mempersiapkan kolam ke 5.
T – Ok, saya tanya. Berapa jauh jarak kolam kalian ini ke sungai?
W – Satu setengah kilo pak
T – Betul? Lalu mengapa kalian tidak mempersiapkan ke-10 kolamnya, baru kalian adakan kolam ke-10 untuk kehidupan.Jadi pastikan kolam ke 10 ada ikan, dan ikannya itu hidup. Baru kalian tidak bisa dituding orang.
W – Iya siap pak, kami baru 6 bulan pak beroperasi. Kolam kami belum siap semua. Gak mungkin lah kami mencemari sungai. Sementera kolam kami aja limbahnya belum tertampung.

Menurut Tony, semua yang dibilang oleh kepala pabrik PT. KAP masuk akal. Bahkan, Tony memberikan beberapa masukan kepada perusahaan tersebut.

“Kedatangan saya kesini bukan sidak. Saya bawa wartawan waktu itu. Jadi wartawan itu meliput abang dalam monitoring. Abang bilang kalian jangan liput abang saat di perusahaan karena Repol siap Sidak. Saya datang memenuhi permintaan sahabat saya saja. Karena sahabat saya yang punya pabrik. Saya akan memberikan masukan-masukan kepada dia. Seperti menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan 10 kolam ini dan pastikan ada kehidupan. Saya tidak mau tidak selesaikan,” ujarnya.

Saran kedua, kata Tony, PT. KAP ini baru, kalian harus peduli dengan masyarakat apalagi sekarang covid-19 dan kalian data masyarakat yang susah. Tidak hanya dilingkungan kalian, termasuk ditempat lain se Kabupaten Kampar. “Saya akan sampaikan ke bos kalian,” terangnya.

Namun, Tony menyayangkan adanya pihak yang menuding dirinya memback-up perusahaan karena menurutnya dirinya tidak pernah sama sekali menghalang-halangi proses yg saat ini dilakukan oleh pihak DLH dalam mencari fakta apakah benar perusahaan tersebut pelaku pencemaran.

“Apakah saya ada nelpon sana sini melindungi perusahaan? kok saya dituding membekingi, emangnya saya bisa membeking? trus kewenangan apa yg bisa saya lakukan utk membeking? apakah saya ada menghalang-halangi? aneh juga substansinya jadi bergeser dari dugaan pencemaran menjadi isue membekingi,” ucapnya.

Menurutnya, tidak ada kewenangan lembaga legislatif bisa membekingi sesuatu karena lembaga ini hanya memiliki fungsi pengawasan, sementara fungsi pengawasan sedang berjalan seperti Sidak yang dilakukan wakil ketua DPRD, Repol dan DLH..

“Trus, bagaimana cara saya membekingi? saya tidak terlalu terpengaruh dengan isue yang tak benar tersebut, justru saya fokus mendorong PT KAP untuk terus peduli dengan lingkungan, bantu masyarakat yang makin sulit kehidupannya karena Covid 19,” jelas Tony.

Jika perusahaan terbukti nanti melakukan pencemaran, kata Tony, silahkan proses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tapi saya yakin perusahaan ini tentu tidak gegabah dengan investasi yang sangat besar, apalagi perusahaan ini juga berinvestasi di kabupaten lain di Riau. Mari sama sama kita menghargai proses praduga tak bersalah, dalam pro justitia tetap menghargai asas dimana seseorang dianggap tidak bersalah hingga keputusan pengadilan menyatakan bersalah,” ajaknya.

Sementara, Manager PT. KAP, Wagino membantah tuduhan yang ditujukan ke Tony Hidayat untuk membekingi perusahaan. Ia membenarkan kedatangan Tony Hidayat hanya untuk melihat limbah atas permintaan bos nya.

“Pak Tony memback-up perusahan itu tidak benar. Ia hanya melihat kondisi limbah kita posisinya yang belum penuh semua,” kata Wagino saat dihubungi auranews.co.id, Selasa malam.

Lalu, jelas Wagino, Tony menyampaikan ke pihak perusahaan bahwa tidak ada kebocoran ataupun buang limbah akan tetapi ia hanya memberikan saran agar perusahan lebih patuh terhadap lingkungan hidup.

“Pak Tony juga menyarankan bagaimana pihak perusahaan bisa lebih dekat dengan masyarakat terutama dengan desa terdekat dan meminta PT. KAP pada saat wabah covid-19  harus membantu masyarakat,” katanya.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments