Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaTak BerkategoriDitengah Wabah Covid-19, STIE Bangkinang Berlakukan Kuliah Online

Ditengah Wabah Covid-19, STIE Bangkinang Berlakukan Kuliah Online

BANGKINANG KOTA -(auranews.co.id)- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang menghentikan seluruh kegiatan kampus secara tatap muka dan mengalihkan proses mengajar atau pelayanan dari rumah atau via online seiring merebaknya virus covid-19.

Ketua Yayasan STIE Bangkinang, DR. Zulher, MS menyampaikan, Kesehatan merupakan prioritas utama yang perlu dijaga. Oleh karena itu pihaknya mengambil langkah preventif guna mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Baik mahasiswa S1, S2 dengan suasana covid-19, kuliah tetap berjalan, kita memakai sistem online yang menggunakan aplikasi zoom. Jadi bisa tercover 100 mahasiswa sekali kuliah,” terang DR. Zulher, MS kepada auranews.co.id saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (15/04/2020) siang.

Zulher menjelaskan, jadwal perkuliahan akan di informasikan melalui WA Grup Kampus. Selain itu, STIE Bangkinang juga memberikan tugas perkuliahan.

“Informasi perkuliahan akan kita informasikan melalui WA Grup Kampus, lalu kita juga memberikan tugas kuliah yang menggunakan sistem online juga dengan memakai aplikasi google classroom,” terang mantan Sekda Kampar ini.

Zulher pun tak menampik, jika ditemukan beberapa kendala selama proses perkuliahan online ini.

“Kuliah secara online ini bukan tanpa kendala, mahasiswa kita kan tidak semua daerahnya dalam sinyal yang bagus, apalagi jika paket internet mereka tidak ada. Untuk itu, kami juga menyiapkan bahan perkuliahan dengan memvideokan materi dari dosen lalu di copy kan ke VCD untuk diberikan kepada mahasiswa,” ucap Zulher.

Zulher pun menuturkan, terkait penjadwalan perkuliahan semua tergantung dari dosen. Nantinya informasi perkuliahan akan disampaikan sehari sebelum kuliah dimulai.

Selain perkuliahan online, STIE Bangkinang juga memberlakukan sistem kerja pershift, baik staf, prodi dan pekerja lainnya.

Sementara ujian seminar proposal, juga dilakukan secara online, dengan hanya melibatkan 4 dosen penguji dan 3 mahasiswa.

“Jarak setiap orang, kita batasi 2 meter,” pungkasnya.

Kakek satu cucu ini pun berharap, agar wabah virus covid-19 ini segera berakhir, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal. (FLS)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments