Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaDaerahBukit Suligi Raih API 2019, Kades Aliantan dan Pokdarwis The Careteker Diundang...

Bukit Suligi Raih API 2019, Kades Aliantan dan Pokdarwis The Careteker Diundang ke Ranah Sungkai

BANGKINANG(auranews.co.id) – Keberhasilan Pemerintah Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) The Careteker dalam mengembangkan wisata keindahan panorama Bukit Suligi membuat beberapa pengelola objek wisata merasa perlu belajar banyak dari Aliantan.

Apalagi kawasan puncak Bukit Suligi yang kini telah mendunia berkat keindahan panorama alamnya berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sepanjang tahun 2019.

Salah satu Pokdarwis yang meminta pengalaman dari Pemdes Aliantan dan Pokdarwis The Careteker adalah Pokdarwis The Preserver Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar. Meski baru berdiri, namun pengurus Pokdarwis ini sedang semangat-semangatnya mengembangkan sebuah kawasan wisata baru yang diberi nama Umbai Padang Island.

Dalam suasana yang santai, Kepala Desa Aliantan, Kecamatan Kabun Muhammad Rois Zakaria,SE bersama pengurus Pokdarwis The Careteker atas undangan Pokdarwis The Preserver tiba di Desa Ranah Sungkai, Senin (27/1/2020) kemarin.

Seperti diketahui Desa Aliantan berhasil menyabet dua gelar bergengsi dibidang pariwisata pada tahun 2019 baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Penghargaan pertama ia terima dari Gubernur Riau H Syamsuar akhir tahun lalu. Desa Aliantan dinobatkan sebagai desa wisata terbaik bersama Desa Koto Mesjid di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar dan Kampung Buatan Lestari di Kabupaten Siak.

Tak lama berselang, keindahan Puncak Bukit Suligi yang telah dikunjungi ribuan orang dalam beberapa tahun terakhir kembali mendapatkan pengakuan. Kali ini dalam pemilihan Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 dimana Bukit Suligi meraih juara pertama untuk kategori Dataran Tinggi Terpopuler 2019.

Kades Aliantan Rois dalam bincang-bincangnya dengan wartawan, Kamis (29/1/2020) menilai potensi wisata Umbai Padang Island sangat bagus. Kawasan ini memiliki hamparan waduk PLTA Koto Panjang dan diselingi pulau-pulau kecil di bawah kaki bukit sehingga membuat daerah ini menawarkan keindahan dan kenyamanan bagi pengunjung.

Agar daerah ini semakin dilirik para wisatawan maka ia menyarankan agar pengelola segera membangun sarana dan prasarana.

Ia mengungkapkan, kedatangannya ke Ranah Sungkai bersama Pokdarwis The Caretaker adalah untuk berbagi pengalaman dengan pengurus Pokdarwis The Preserver agar destinasi wisata yang dikembangkan ini jauh lebih menarik. “Berdasarkan pengalaman kami, maka saya tunjukkan trik-triknya,” ulas Rois.

Ia mengatakan, kunci sukses tidak hanya terletak pengurus Pokdarwis namun bagaimana adanya sinergitas dan keseriusan dari pemerintahan desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun.
“Sehebat apapun Pokdarwis tanpa pemerintah tak akan jalan, begitu juga sebaliknya, makanya harus imbang,” ucap alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau ini.

Beberapa sarana dan prasarana yang harus segera dilengkapi menurut Rois adalah tempat mandi cuci kakus (MCK), home stay, hammock dan jalan menuju lokasi sepanjang 4 kilometer dari perkampungan warga perlu ada perbaikan sehingga tidak becek saat hujan datang.

Selain itu ia menyarankan agar pengurus membuat Iven rutin seperti lomba memancing dan pacu sampan. Ia juga menilai lokasi ini cocok untuk dibangun lapangan bola voli pantai.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis The Preserver Desa Ranah Sungkai Masrial mengungkapkan, mereka sengaja mengundang Kades Aliantan karena Kades ini telah mampu membawa pariwisatanya lebih maju sehingga mampu mendatangkan wisatawan ribuan orang.

Ia menambahkan, dengan kedatangan Kades Aliantan ke lokasi maka ia diharapkan bisa melihat langsung lokasi dan apa saja yang perlu dibenahi dan dibangun.

“Diharapkan kedatangan Kades Rois kami bisa mengaplikasikan apa yang dia sebut dengan harapan mendatangkan banyak pengunjung sehingga akan memberikan dampak ekonomi yang baik kepada anggota dan masyarakat Ranah Sungkai,” beber Masrial.

Untuk saat ini pengurus akan terus berjuang melaksanakan apa yang menjadi masukan dari berbagai pihak sehingga potensi alam yang indah ini tidak terbuang sia-sia.****

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments