BANGKINANGKOTA(AuraNEWS.id) – Guna memberikan pemahaman dalam upaya mempertahankan ergonomik pada posisi berbaring, duduk, berdiri dan berjalan serta bagaimana Penyelamatan Pasien atau korban pada situasi darurat termasuk Darurat Bencana Kebakaran, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UPTT) bersama Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Kabupaten Kampar taja Pelatihan Penyelamatan Pasien atau korban dan upaya mempertahankan ergonomik pada posisi berbaring, duduk, berdiri dan berjalan.
Acara Pelatihan ini dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan di Aula Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Selasa (24/12/2019).
Hadir pada pelatihan tersebut Ketua Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Kabupaten Kampar, Hendrawan, SKM., M.Si. sebagai Pembicara I. Sedangkan Pembicara II yakni Afrizal, S.H., M.H selaku Koordinator Fire and Prevention A2K3 Kabupaten Kampar.
Kedua Pembicara secara global mengupas tentang pentingnya mengevakuasi Pasien atau Korban dalam penanggulangan darurat dan sistem tanggap darurat bencana kebakaran, cara mengangkat, memindahkan korban atau pasien, faktor bahaya ketika mengangkat, memindahkan pasien jika tidak sesuai standar Ergonomi dan disertai tanya jawab atau feedback dari peserta seputar materi tersebut.
Disamping acara pelatihan secara teori, juga disertai praktek langsung tentang bagaimana Evakuasi pasien atau korban secara darurat dengan cara menjulang, tarikan ketiak, tarikan selimut, tarikan merayap, memapah, memopong, dan lain-lain dengan penolong 1 orang, 2 orang dan 3 orang.
Praktek ini langsung dipimpin oleh Ketua A2K3 Kabupaten Kampar, Hendrawan, SKM dibantu oleh Afrizal, S.H., M.H.
Ketua Prodi Sarjana Keperawatan, Ns. Alini, M.Kep, mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi sekali acara pelatihan ini, karena akan menambah khasanah ilmu dan skill mahasiswa. Jadi mahasiswa akan mengetahui dan paham bagaimana mengevakuasi pasien atau korban ketika darurat serta bagaimana mengangkat dan memindahkan pasien secara Ergonomik.
Sementara itu, Ketua A2K3 Kampar yang juga Dosen di UPTT, Hendrawan, SKM., M.Si mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan lanjutan dari mata kuliah S1 Keperawatan semester tiga (III) yakni Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Keperawatan untuk melatih skill mahasiswa.
Menurut Hendrawan, mengevakuasi Pasien atau Korban membutuhkan keberanian dan mentalitas yang kuat. Disamping itu juga diperlukan bagaimana teknik mengelola, mengangkat, memindahkan korban secara ergonomik.
“Karena menurut penelitian, kemampuan atau kekuatan mengangkat itu sebetulnya bisa dilakukan dengan teknik yang tepat dan benar, sekalipun yang mengevakuasi atau mengangkatnya orang yang kurus”, jelasnya.(***)
